Press ESC to close

Mahasiswa BIPA UMS Akhiri Program Imersi Budaya di Bayat dengan Bermain Angklung

Klaten – Sebanyak 17 mahasiswa internasional peserta program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menutup rangkaian kegiatan imersi budaya di Bayat, Klaten, dengan penuh keceriaan. Pada hari terakhir, mereka diajak memainkan angklung bersama siswa sekolah dasar setempat, Jumat (29/8/2025).

Kegiatan ini menjadi penutup dari program imersi budaya yang berlangsung selama empat hari. Selama itu, mahasiswa asing tidak hanya belajar bahasa Indonesia, tetapi juga turut serta dalam berbagai aktivitas kebudayaan dan kehidupan masyarakat. Mereka mengikuti praktik membatik, membuat gerabah, mencicipi kuliner tradisional, hingga berinteraksi langsung dengan warga.

Suasana hari terakhir terasa istimewa ketika suara angklung bergema di halaman sekolah. Mahasiswa asing terlihat antusias mencoba memainkan alat musik tradisional khas Indonesia ini, sementara anak-anak sekolah dasar dengan gembira membimbing mereka. Kolaborasi lintas budaya itu menciptakan keceriaan bersama yang menjadi pengalaman berkesan bagi kedua belah pihak.

Salah satu peserta, Ain, mahasiswa asal Pakistan, mengaku sangat terkesan. “Kegiatan hari ini menyenangkan dan penuh energi. Anak-anak membangunkan otak saya yang tertidur. Ini sungguh pengalaman baru bagi saya karena angklung adalah instrumen yang unik. Saya bersyukur bisa datang ke Bayat dan belajar budaya di sini,” ujarnya dengan penuh semangat.

Program imersi budaya BIPA UMS di Bayat tidak hanya memperkuat kemampuan berbahasa Indonesia para mahasiswa, tetapi juga memberi kesempatan bagi mereka untuk memahami kearifan lokal masyarakat. Melalui interaksi langsung, para mahasiswa dapat merasakan kehangatan warga sekaligus mengenal tradisi yang masih terjaga.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para mahasiswa BIPA UMS membawa pulang pengalaman berharga tentang Indonesia, mulai dari bahasa, seni, hingga budaya sehari-hari masyarakat. Bagi warga Bayat sendiri, kehadiran mahasiswa asing menjadi momen istimewa yang mempererat persahabatan lintas negara melalui jalur kebudayaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *