
Edukreatif.id, Surakarta – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, memberikan tausiyah dalam acara Halalbihalal Keluarga Besar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat II Surakarta yang diselenggarakan di Hotel Sunan Surakarta, Kamis (9/4/2026).
Dalam sambutan pembukanya, Ketua APTISI Komisariat II Surakarta, Dr. Singgih Purnomo, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas partisipasi peserta, di mana acara silaturahmi ini dihadiri oleh pimpinan dari 35 institusi dari total 58 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang berada di wilayah Soloraya.

Kegiatan ini secara khusus difokuskan pada agenda strategis pengembangan kualitas PTS serta eskalasi jenjang karier dosen. Pada kesempatan tersebut, dilaporkan pula bahwa delegasi APTISI Jawa Tengah yang berjumlah 22 peserta telah sukses melakukan kunjungan kerja dan penandatanganan MoU dengan sejumlah institusi pendidikan di Filipina dan Taiwan guna memperluas jaringan internasional.
Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang berpesan agar kerja sama antara PTS dengan pemerintah daerah setempat dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi ini didorong melalui penelitian bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dengan fokus kajian pada tata kelola kota, kajian kesehatan, serta pengembangan teknologi dan inovasi.
Astrid juga menyoroti pentingnya akselerasi kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang terintegrasi dengan program “Rumah Siap Kerja” guna menjawab kebutuhan industri.
Sejalan dengan upaya peningkatan kualitas institusi tersebut, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI, Prof. Aisyah Endah Palupi, turut memaparkan poin-poin penting dari Permen No. 52 Tahun 2025. Peraturan terbaru ini menekankan pada penyederhanaan birokrasi karier dosen, peningkatan standar penjaminan mutu yang lebih komprehensif, serta fleksibilitas Beban Kinerja Dosen (BKD) yang lebih adaptif dalam mendukung otonomi riset.

Prof. Harun Joko Prayitno dalam tausiyahnya mengajak seluruh pimpinan dan sivitas akademika PTS untuk menanamkan tiga pilar utama dalam bekerja, yakni ikhlas, profesional, dan tuntas. Menurutnya, keikhlasan merupakan fondasi spiritual yang akan mendatangkan keberkahan, di mana sikap tersebut harus selalu dibarengi dengan profesionalisme tinggi dan penyelesaian tugas secara tuntas demi mencapai hasil yang maksimal.
Lebih lanjut, Prof. Harun memberikan pesan tegas kepada para pimpinan PTS bahwa untuk dapat bersaing sejajar secara kompetitif dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), institusi swasta harus terus meningkatkan kualitas dan standar pelayanan agar benar-benar bermutu. Ia mengingatkan bahwa infrastruktur pendidikan sebaik apa pun tidak akan berarti tanpa kualitas pendidik yang mumpuni, karena fungsi dosen adalah lokomotif utama dalam pendidikan tinggi yang akan menggerakkan dan menarik gerbong kemajuan bagi institusi maupun mahasiswanya.
Leave a Reply