Press ESC to close

UMS Latih Guru Muhammadiyah Colomadu Susun Soal TKA berbasis AI hingga Pengelolaan Bank Soal

Edukreatif.id, Sukoharjo – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melanjutkan rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggelar workshop penyusunan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi guru Muhammadiyah se-Kecamatan Colomadu pada Jumat (10/4/2026) di Laboratorium Pendidikan Matematika UMS.

Workshop ini diikuti oleh 20 guru dari 7 SD/MI dan 1 SMP Muhammadiyah di wilayah Colomadu. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelatihan sebelumnya yang berfokus pada penguatan konsep asesmen dan integrasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam penilaian pembelajaran. Jika pada hari pertama peserta dibekali pemahaman dasar mengenai asesmen dan TKA, maka pada hari kedua ini kegiatan lebih diarahkan pada praktik langsung penyusunan, analisis, dan pengelolaan soal TKA.

Pada sesi pertama, Naufal Ishartono, Ph.D. menyampaikan materi tentang penyusunan soal TKA berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), khususnya menggunakan ChatGPT. Ia menjelaskan bahwa TKA merupakan instrumen yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, bukan sekadar hafalan, melainkan kemampuan memahami dan menggunakan konsep dalam menyelesaikan masalah.

Gambar 1. Narasumber Pertama Naufal Ishartono, Ph.D. Menyampaikan Materi tentang Penyusunan Soal TKA berbasis AI

Dalam praktiknya, peserta diperkenalkan cara memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam menyusun soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), termasuk penggunaan stimulus kontekstual, integrasi antar konsep, serta penyusunan pengecoh yang logis.

Selanjutnya, Adi Nurcahyo, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi mengenai analisis butir soal berbasis teknologi. Pada sesi ini, peserta mempelajari bagaimana menilai kualitas soal melalui indikator tingkat kesukaran, daya pembeda, serta fungsi pengecoh (distraktor).

Gambar 2. Narasumber Kedua Adi Nurcahyo, S.Pd., M.Pd. Menyampaikan Materi Mengenai Analisis Butir Soal berbasis Teknologi

Peserta juga melakukan praktik menggunakan aplikasi Anates untuk menganalisis hasil tes, sehingga kualitas butir soal dapat diketahui secara lebih objektif, termasuk dari aspek validitas dan reliabilitas.

Sementara itu, sesi terakhir dipandu oleh Gallant Karunia Assidik, S.Pd., M.Pd., yang membahas penyusunan dan pengelolaan bank soal TKA. Ia menekankan bahwa bank soal bukan sekadar kumpulan soal, melainkan kumpulan soal yang telah teruji, terstruktur, dan siap digunakan dalam evaluasi pembelajaran.

Gambar 3. Narasumber Ketiga Gallant Karunia Assidik, S.Pd., M.Pd., Menyampaikan Materi Penyusunan dan Pengelolaan Bank Soal TKA

Dalam sesi ini, peserta diajak memahami tahapan penyusunan bank soal, mulai dari perencanaan, penyusunan kisi-kisi, penulisan soal, hingga uji coba dan analisis sebelum soal diarsipkan. Selain itu, dibahas pula pentingnya soal yang valid, reliabel, serta memiliki metadata agar mudah digunakan kembali.

Workshop berlangsung interaktif dengan keterlibatan aktif peserta dalam setiap sesi praktik. Para guru tampak antusias mencoba berbagai pendekatan baru, mulai dari penyusunan soal berbasis AI hingga analisis dan pengelolaan bank soal secara sistematis.

Salah satu peserta, Wulan Kadarsih, S.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam penyusunan dan pengelolaan instrumen penilaian.

“Melalui workshop ini kami bisa langsung mencoba menyusun soal, menganalisisnya, dan memahami bagaimana mengelola bank soal dengan lebih rapi. Ini sangat membantu untuk diterapkan di sekolah,” ujarnya.

Melalui workshop ini, UMS berharap para guru tidak hanya memahami konsep asesmen, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam menyusun, menganalisis, dan mengembangkan soal TKA yang berkualitas untuk mendukung peningkatan pembelajaran di sekolah.

Penulis: Nuqthy Faiziyah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *