Press ESC to close

MGMP Informatika Magelang Selenggarakan Pelatihan Koding & Kecerdasan Artifisial untuk Guru SMA

Edukreatif.id, Magelang – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Informatika Kabupaten & Kota Magelang menggelar Pelatihan Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial pada Selasa, 18 November 2025, bertempat di SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Kegiatan ini diikuti oleh para guru TIK, Informatika, serta guru Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dari seluruh SMA di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital pendidik, sejalan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21 dan kurikulum terbaru.

Kegiatan pelatihan terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, peserta dibimbing oleh Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc., yang mengajak guru-guru mempelajari dan mempraktikkan dasar-dasar pemrograman Python melalui platform Google Colab. Para guru diperkenalkan pada konsep dasar seperti pembuatan program pertama, penggunaan variabel dengan tipe data berbeda, serta cara menerima input dari pengguna. Pembelajaran kemudian berlanjut ke materi yang lebih kompleks, seperti penggunaan operator aritmatika, kontrol logika menggunakan struktur IF–ELSE untuk menentukan kondisi tertentu, hingga pembuatan program perulangan menggunakan FOR dan WHILE. Sesi ini ditutup dengan latihan membuat program sederhana, termasuk permainan tebak angka, sebagai contoh penerapan logika pemrograman dalam aktivitas pembelajaran.

Gambar 1. Guru Mempelajari dan Mempraktikkan Dasar Pemrograman Python

Sesi kedua menghadirkan Aditya Nur Cahyo, S.Kom., M.Eng. sebagai narasumber yang membahas secara komprehensif peran Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Dalam pemaparannya, Aditya menjelaskan bagaimana AI dapat digunakan untuk mempercepat penyusunan materi ajar seperti RPP, silabus, dan bank soal menggunakan berbagai platform LLM (Large Language Models). Ia juga menyoroti bagaimana AI mendukung personalisasi pembelajaran dengan memberikan tugas yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan siswa. Selain itu, peserta diajak memahami peran AI dalam penelitian, mulai dari pencarian literatur, perumusan hipotesis, hingga penyusunan draf tulisan akademik.

Gambar 2. Pemaparan Materi AI

Tidak hanya membahas potensi, sesi ini juga mengangkat isu penting terkait tantangan dan etika penggunaan AI. Aditya menekankan risiko hallucination pada AI yang dapat menghasilkan informasi salah namun meyakinkan, sehingga penting bagi pendidik untuk selalu melakukan verifikasi data. Diskusi mengenai plagiarisme, bias AI, serta tanggung jawab moral dalam penggunaan teknologi turut menjadi perhatian.

Pelatihan berlanjut dengan praktik teknis implementasi AI. Melalui Google Colab, peserta mempelajari cara kerja chatbot sederhana yang terhubung dengan API layanan AI, sekaligus mengikuti simulasi proyek data science. Dalam kegiatan ini, guru-guru diajak mencoba klasifikasi data menggunakan Iris Dataset, melakukan analisis minat baca di Indonesia melalui eksplorasi data, hingga mempraktikkan Logistic Regression untuk klasifikasi data kanker sebagai contoh penerapan AI di bidang kesehatan.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan interaktif dan penuh antusiasme. Para guru terlibat aktif dalam praktik, diskusi, dan eksplorasi teknologi baru yang nantinya dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Melalui pelatihan ini, MGMP Informatika Magelang berharap para guru memiliki kemampuan yang lebih kuat dalam memanfaatkan coding dan kecerdasan artifisial, sehingga dapat menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Magelang, serta mendorong guru untuk menjadi pelopor integrasi teknologi modern dalam proses belajar mengajar.

Penulis: Ahmad Luthfi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *