
Edukreatif.id, Kartasura – Laboratorium Pengembangan Sumber Belajar dan Publikasi Ilmiah (PSBPI) berkolaborasi dengan Tim Peneliti dari PG PAUD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) di TK Aisyiyah Pucangan 1 Kartasura. Kegiatan ini mengusung tema “Transformasi Pembelajaran Peduli Lingkungan di PAUD Inklusi Kartasura: Inovasi Teknologi Augmented Reality (AR) untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)”.
FGD ini bertujuan untuk memperkenalkan serta mendiskusikan pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media pembelajaran inovatif yang ramah inklusi, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Ketua Tim Peneliti, Sri Katoningsih, yang juga merupakan dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) FKIP UMS, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu meningkatkan fokus dan keterlibatan anak berkebutuhan khusus dalam proses pembelajaran.
“Tujuan utama program ini adalah membantu meningkatkan fokus anak berkebutuhan khusus saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih optimal melalui media visual yang interaktif,” ujar Sri Katoningsih pada Kamis, 11 Desember 2025.
Dalam pelaksanaannya, tim Laboratorium PSBPI bersama Tim Peneliti PG PAUD UMS memberikan sesi brainstorming serta pemaparan mengenai pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran berbasis AR kepada anggota Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA). Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung penggunaan media AR sebagai sarana pembelajaran yang kontekstual dan menarik.
Di kesempatan terpisah, Kepala Laboratorium Pengembangan Sumber Belajar dan Publikasi Ilmiah (PSBPI) FKIP UMS, Muhammad Luthfi Hidayat, menyampaikan bahwa laboratorium ini berperan aktif dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen FKIP UMS. PSBPI tidak hanya menjadi pusat pengembangan media pembelajaran inovatif, tetapi juga wadah kolaborasi antara akademisi dan praktisi pendidikan untuk menghasilkan solusi kreatif yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Dukungan ini mencakup penyediaan fasilitas, pendampingan teknis, serta publikasi ilmiah agar hasil penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan,
Sementara itu, Kepala TK Aisyiyah Pucangan 1 Kartasura, Rohmi Juniatin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan inovatif bagi pengembangan kompetensi guru, khususnya dalam pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus.
“Kami mendapatkan informasi dan sosialisasi mengenai pemanfaatan teknologi AR untuk anak berkebutuhan khusus. Materi yang disampaikan sangat baik, inovatif, dan dilengkapi dengan praktik langsung. Anak-anak dapat terlibat secara maksimal dalam pembelajaran melalui visualisasi dunia nyata. Kegiatan ini juga sangat mendukung pengembangan kompetensi guru-guru Aisyiyah. Semoga ke depannya program seperti ini terus berlanjut,” tutur Rohmi Juniatin.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan guru PAUD, khususnya di lingkungan Aisyiyah, mampu mengembangkan pembelajaran yang lebih inklusif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, guna mendukung kebutuhan belajar seluruh peserta didik.
Leave a Reply