Press ESC to close

Serunya Belajar Coding! Tim KKN Latih Siswa SD Gunakan Scratch dan Bekali Guru Kurikulum Dasar

Edukreatif.id, Wonogiri – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dik MI Muhammadiyah Sawit 2026 dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan program pengenalan game coding berbasis Scratch kepada siswa kelas IV, V, dan VI MI Muhammadiyah Sawit Giritontro, Kabupaten Wonogiri, pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pembekalan kurikulum dasar coding bagi seluruh guru pada 10 Februari 2026 di sekolah yang sama. Program tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital siswa sejak dini sekaligus memberikan bekal kepada guru untuk mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

Sebanyak 25 siswa mengikuti pelatihan praktik langsung pembuatan game sederhana menggunakan Scratch, sebuah platform pemrograman visual yang dirancang ramah anak. Dengan sistem drag-and-drop berupa blok perintah berwarna, Scratch memungkinkan siswa memahami konsep dasar pemrograman tanpa harus menulis kode yang rumit.

Gambar 1. Pelatihan coding bagi guru

Koordinator kegiatan, Riski Bagus Nourmawan, menjelaskan bahwa pengenalan coding sejak sekolah dasar penting untuk membentuk pola pikir logis, kreatif, dan sistematis pada anak. “Kami ingin siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu mengetahui cara kerja dan bahkan menciptakan karya digital meskipun sederhana. Scratch menjadi media yang tepat karena mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.

Kegiatan diawali dengan penunjukkan contoh hasil proyek game Scratch untuk memicu siswa berpikir tentang bagaimana sebuah game bekerja. Mahasiswa KKN kemudian memandu siswa secara bertahap membuat animasi dan permainan sederhana. Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat antusias menyusun blok-blok perintah untuk menggerakkan karakter, menambahkan suara, serta menciptakan alur permainan sederhana.

Suasana kelas berlangsung interaktif. Siswa aktif bertanya ketika menemui kendala dan saling berdiskusi untuk berkreasi proyek yang dibuat. Mayoritas siswa bahkan mampu memodifikasi desain permainan dengan menambahkan variasi gerakan dan latar belakang sesuai kreativitas masing-masing.

Tidak hanya menyasar siswa, tim KKN juga memberikan pembekalan kepada lima guru pada 10 Februari 2026. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memberikan arahan mengenai konsep dasar pembelajaran coding yang dapat diterapkan minimal sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Guru juga diperkenalkan pada penggunaan scratch, mulai dari pengenalan antarmuka, penyusunan logika sederhana, pengembangan proyek mini, hingga mempublikasikan hasil karya.

Gambar 2. Pelatihan coding bagi siswa

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya literasi digital di era perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kemampuan berpikir komputasional dinilai sebagai salah satu keterampilan abad ke-21 yang perlu diperkenalkan sejak dini. Melalui pendekatan yang menyenangkan dan aplikatif, siswa diharapkan mampu memahami konsep dasar logika pemrograman tanpa merasa terbebani.

Dari hasil kegiatan, siswa berhasil menghasilkan berbagai proyek animasi dan permainan sederhana secara mandiri. Guru-guru juga memperoleh pemahaman dasar mengenai penyusunan materi coding yang sistematis dan realistis untuk diterapkan di lingkungan sekolah yang ada. Sekolah mendapatkan gambaran awal mengenai peluang pengembangan ekstrakurikuler berbasis teknologi sebagai inovasi pembelajaran.

Tim KKN Dik MI Muhammadiyah Sawit 2026 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi MI Muhammadiyah Sawit Giritontro dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital yang adaptif dan berkelanjutan sebagai branding yang baru di sekolahnya. Dengan sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah, diharapkan siswa mampu tumbuh menjadi generasi yang kreatif, kritis, serta siap menghadapi tantangan era digital.

Penulis: Intan Indri Mahasiswa PBI UMS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *