Press ESC to close

BIM University dan BKSAP DPR RI Perkuat Sinergi Pendidikan Tinggi melalui Diplomasi Parlemen


DENPASAR — Hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga legislatif memasuki babak baru melalui kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ke Bali International Muhammadiyah University (BIM University). Mengusung tema Diseminasi Diplomasi Parlemen di Era AI, kegiatan ini menjadi forum kolaboratif untuk mempertemukan pembuat kebijakan dengan kalangan akademisi dalam membahas masa depan Indonesia di tengah revolusi kecerdasan artifisial.

Kunjungan dihadiri lengkap oleh pimpinan BKSAP DPR RI, yakni Dr. Syahrul Aidi Maazat, L.C., M.A. sebagai Ketua, didampingi Wakil Ketua Irine Yusiana Roba Putri, Muhammad Husein Fadlulloh, dan Bramantyo Suwondo. Turut serta anggota Denny Cagur, Trinovi Khairani, Andina Thresia Narang, Andi Muawiyah Ramly, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, dan Faujia Belga Br. Tampubolon. Delegasi memperoleh dukungan administratif dari perwakilan Sekretariat Jenderal DPR RI yang dipimpin Saeful Anwar, S.IP., M.E.

Dalam sambutannya, Rektor BIM University Prof. Harun Joko Prayitno menyatakan bahwa diplomasi modern tidak lagi hanya dilakukan oleh negara, tetapi juga oleh perguruan tinggi melalui riset, publikasi internasional, pertukaran akademik, dan inovasi.

“Kampus hari ini bukan hanya pusat pembelajaran, tetapi juga pusat diplomasi ilmu pengetahuan. Karena itu kami menyambut baik kehadiran BKSAP sebagai mitra strategis dalam membangun jejaring nasional dan internasional. Semoga kerja sama ini terus berlanjut, berdampak, berkontribusi, dan bermanfaat untuk umat,” ujarnya.

Ketua BKSAP Dr. Syahrul Aidi Maazat menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam memperkuat diplomasi Indonesia karena menghasilkan gagasan yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan publik.

“Diplomasi parlemen bukan sekadar hubungan antarparlemen dunia. Diplomasi juga berarti menyampaikan kepentingan rakyat Indonesia melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan suara akademisi. Karena itu kami ingin kampus menjadi bagian dari percakapan global,” katanya.

Sementara itu, Irine Yusiana Roba Putri menekankan bahwa kolaborasi antara DPR RI dan perguruan tinggi diperlukan untuk memastikan Indonesia mampu membangun AI yang berpihak pada kepentingan nasional, menjaga kedaulatan data, sekaligus meningkatkan kualitas SDM.

Acara ditutup dengan dialog interaktif dan foto bersama seluruh delegasi BKSAP DPR RI, pimpinan BIM University, dosen, serta mahasiswa sebagai simbol penguatan sinergi antara diplomasi parlemen dan diplomasi akademik Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *