Press ESC to close

Asesmen Evaluatif AI: Qwen2.5-Max pada Pembelajaran di Sekolah

Edukreatif.id –Di tengah maraknya praktik penilaian yang dianggap kurang fungsional, seperti kecenderungan meluluskan siswa tanpa memperhatikan pencapaian kompetensi yang sesungguhnya, muncul kebutuhan untuk memperkuat kembali peran asesmen dalam pembelajaran. Kemendikbudristek (2023) menyoroti bahwa banyak penilaian di sekolah cenderung hanya berorientasi pada angka, dari pada umpan balik yang mendorong perbaikan proses belajar. Asesmen evaluatif menjadi sangat relevan dalam konteks ini. Asesmen evaluatif adalah proses penilaian untuk menentukan nilai atau tingkat kemampuan siswa berdasarkan hasil pengukuran dan evaluasi yang objektif. Tujuannya adalah memperoleh informasi akurat tentang kinerja pembelajaran yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat. Secara umum, asesmen evaluatif mencakup tiga aspek utama: (1) evaluasi terhadap kualitas produk pembelajaran berdasarkan standar yang telah ditetapkan, (2) efektivitas proses pembelajaran, dan (3) dampaknya terhadap siswa, guru, serta lingkungan sekolah.

Gambar 1. Kegiatan pembelajaran di sekolah dengan memanfaatkan media digital.

Penerapan asesmen bagi peserta didik perlu mengikuti perkembangan zaman. Salah satu perubahan besar dalam dunia pendidikan saat ini adalah integrasi teknologi, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). AI merupakan cabang ilmu komputer yang dirancang untuk mengembangkan sistem atau mesin yang dapat melakukan tugas-tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia (Eriana & Afrizal, 2023). Teknologi ini menggunakan algoritma dan model matematika untuk belajar dari data, mengenali pola, dan membuat keputusan secara otomatis. Dalam dunia pendidikan, AI telah menjadi alat yang menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman mengajar dan belajar. AI dapat membantu dalam memberikan umpan balik otomatis, personalisasi pembelajaran, dan analisis data pembelajaran untuk meningkatkan efektivitas proses belajar (Bolboacă, 2023).

Beberapa model AI yang banyak digunakan pada tahun-tahun sebelumnya meliputi ChatGPT, GPT-4, Notion AI, You.com, Bing AI, Meta AI, Perplexity, DeepSeek-V3, dan LLaMA-3.1-405B. Meskipun memiliki banyak keunggulan, AI juga memiliki keterbatasan. Salah satu kelemahannya terletak pada keakuratan dan kelengkapan data yang dihasilkan. Jawaban dari AI tidak selalu benar, sehingga pengguna tetap perlu memverifikasi dan membaca ulang hasil yang diberikan. Di antara berbagai model AI tersebut, Qwen2.5-Max yang diluncurkan Alibaba pada awal 2025 menjadi sorotan karena keunggulannya dalam berbagai aspek. Qwen2.5-Max diklaim mampu mengungguli GPT-4, DeepSeek-V3, dan LLaMA-3.1-405B dalam bidang bahasa, matematika, dan pemrograman (Tempo, 2025). Selain itu, Qwen2.5-Max mendukung lebih dari 29 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, serta memiliki kemampuan multimodal untuk memproses dan menghasilkan teks, gambar, dan video. Dengan keunggulan tersebut, Qwen2.5-Max berpotensi besar dalam mendukung asesmen evaluatif. Model ini dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil karya siswa secara otomatis, memberikan umpan balik berbasis data, serta membantu guru dalam mengukur capaian belajar secara efisien. Kemampuan Qwen2.5-Max untuk memfasilitasi pemikiran kritis dan kreatif juga sangat selaras dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan Profil Pelajar Pancasila.

Gambar 2. Diagram Batang Perbandingan AI: Qwen2.5-Max dengan AI DeepSeek-V3, Llama-31-405B-Inst, GPT-4o-0806, Claude 3.5 Sonnet 1022

Ketercapaian asesmen evaluatif dapat dilakukan melalui studi kasus, survei, wawancara, dan analisis dokumen. Penerapan asesmen evaluatif yang tepat dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas selama proses belajar mengajar, menghemat biaya, serta meningkatkan akuntabilitas proses pembelajaran. Hal ini menjadi bukti bahwa asesmen memiliki dampak positif terhadap pembelajaran di Indonesia. Meskipun demikian, asesmen evaluatif juga memiliki tantangan, seperti waktu yang lama, biaya tinggi, serta keterbatasan sumber daya dan metode. Proses asesmen dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks biografi, mencakup empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Keterampilan menulis merupakan bentuk komunikasi tidak langsung yang penting untuk dikembangkan melalui berbagai aktivitas, seperti menulis artikel, karya ilmiah, naskah drama, puisi, cerpen, dan biografi.

Gambar 3. Fitur-fitur Qwen2.5-Max yang mampu mendukung asesmen dan pembelajaran berbasis digital.

Menulis biografi menuntut siswa untuk menuliskan riwayat seorang tokoh berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari media cetak, elektronik, atau wawancara langsung. Pembelajaran menulis biografi penting karena dapat membantu siswa mengenal tokoh secara mendalam dan meneladani nilai-nilai positif dari tokoh tersebut. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan untuk membentuk karakter yang cerdas dan berakhlak mulia. Dalam praktik pembelajaran Bahasa Indonesia, aplikasi AI seperti Qwen2.5-Max dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa mencari informasi faktual tentang tokoh, menyusun kerangka tulisan, serta mengevaluasi kualitas teks yang ditulis. Siswa juga dapat menggunakan AI untuk merangkum informasi, mengembangkan ide paragraf, serta menerima masukan terhadap struktur dan koherensi tulisan. Dengan demikian, penggunaan AI tidak hanya mempermudah proses penulisan, tetapi juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif siswa dalam menghasilkan karya tulis yang bermakna.

Daftar Pustaka

“Asesment Evaluatif” oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses pada 10 Februari 2023.

Bolboacă, S. D. (2023). ChatGPT Assistance in Academic Assignments by Example. Applied Medical Informatics, 45, S31-KBS31.

Eriana, E. S dan Afrizal Z. (2023). Artifical Intelligence (AI). Purbalingga. Eureka Media Aksara.

Johnson, R. (2019). The Potential of AI in Language Education. Journal of Educational Technology, 42(3), 187-203.

Tempo. 3 Februari 2025. Alibaba Rilis Model AI Qwen 2.5-Max, Diklaim Ungguli DeepSeek dan OpenAI. https://www.tempo.co/digital/alibaba-rilis-model-ai-qwen-2-5-max-diklaim-ungguli-deepseek-dan-openai-1202113

BIODATA PENULIS

Janatin Alfafa, S.Pd. adalah gadis yang lahir dari keluarga sederhana di kabupaten Sukoharjo, tepatnya 22 Maret 2001. Penulis saat ini sedang mempuh pendidikan Magister Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan mengajar di SMK Tunas Bangsa Tawangsari, Sukoharjo serta aktif menjadi KSR-PMI Sukoharjo. Penulis menyelesaikan S1 selama 3,5 tahun di UMS prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Perjalanan penulis 5 tahun terakhir diisi dengan kegiatan-kegiatan positif seperti kerelawanan/volunteer; keorganisasian, beberapa kegiataan kampus merdeka Kemdikbudristek, kegiatan kemenkom, dan kolaborasi penelitian serta pengabdian masyarakat bersama dosen. Penulis aktif dalam kegiatan linier maupun nonlinier dari program studi yang diambil. Kegiatan linier penulis dibuktikan melalui: pekerjaan penulis sebagai pengajar siswa jurusan teknik otomotif dan teknik mesin, menjadi wali kelas teknik mesin, menjadi koordiantor lapangan Palang Merah Remaja dan pernah membimbing siswa-siswi untuk mengikuti lomba-olimpiade khusus dibidang sastra tingkat nasional, serta menjadi penulis. Karya yang pernah ditulis meliputi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), buku teori, buku antologi, jurnal, majalah, dan essai. Berikut beberaapa judul karya yang pernah penulis buat: buku “Isu -Isu Terkini dalam Evaluasi Pembelajaran” (2025),  buku “Imlementasi Teori Linguistik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia (2024), Majalah “Dunia dalam Genggaman:  Pendidikan Digital untuk Generasi Muda” (2024), Jurnal “A nalysis of Indonesian Language Deviations in the Journalistic Public Domain of Online News” (2023), “International Conference on Learning and Advan Education (ICOLAE)” (2022). Buku “Persepsi Visual Anak Terhadap Bacaan (Ranah  Retorika)”  (2021), Buku antologi puisi “seakuarium kata” (2020). (5) kegiatan Kampus Mengajar angkatan 2 tahun 2021, (6) HMP mengajar tahun 2020- 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *