Press ESC to close

ICEDUALL 8 Strengthens Indonesia–Philippines Collaboration on Deep Learning for Global Education

Kalibo, Filipina – Aklan State University (ASU), Filipina, menjadi tuan rumah The 8th International Conference on Education for All (ICEDUALL) yang mengangkat tema “Harnessing DL for Personalized & Adaptive Education.” Konferensi ini diselenggarakan oleh Asosiasi LPTK PTMA bekerja sama dengan Aklan State University, serta didukung oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Indonesia.

Acara yang digelar secara hybrid ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari 25 universitas Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Indonesia dan satu universitas dari Filipina. Kehadiran para akademisi dan peneliti dari berbagai negara mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi semua.

Dalam sambutannya, Ketua Asosiasi PTMA Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta dan mitra internasional yang berpartisipasi.

“It is truly an honor to welcome you all to the 8th International Conference on Education for All (ICEDUALL). This event is organized by the Association of Education Faculties of Muhammadiyah-Aisyiyah Universities, in collaboration with Aklan State University, Philippines, and with the support of Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Indonesia,” ujarnya.

Beliau juga menekankan pencapaian Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai universitas swasta terbaik di Indonesia. Dengan lebih dari 3.000 dokumen terindeks Scopus, peringkat QS World University Ranking sekitar 1.400, serta jumlah mahasiswa lebih dari 40.000, UMS terus menguatkan diri sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan inovasi global.

“Konferensi ini menjadi pintu untuk memperkuat kemitraan akademik dan riset antara Aklan State University dan UMS, baik dalam penelitian, publikasi, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun program akademik bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden Aklan State University, Prof. Dr. Jeffrey A. Clarin, menyambut baik kolaborasi antara UMS dan ASU yang diyakini akan meningkatkan kualitas pendidikan kedua universitas.

“Collaboration between UMS and Aklan State University will improve education quality of both universities. We can collaborate in student exchange, research, and community service,” tegasnya.

Konferensi ICEDUALL 8 juga menghadirkan dua pembicara internasional yang memberikan perspektif baru terkait pendidikan di era kecerdasan buatan (AI).

Dr. Arvin Kim Arnilla dari Aklan State University menekankan pentingnya inclusiveness in education. Menurutnya, sistem pendidikan harus mampu beradaptasi dengan era AI sehingga semua kalangan, tanpa terkecuali, dapat mengakses pendidikan yang relevan. “Inclusiveness in education can adapt with the AI era,” paparnya, seraya menekankan bahwa teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan memperluas akses, mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam, dan memastikan tidak ada yang tertinggal dalam proses belajar.

Sementara itu, Prof. Dr. Anam Sutopo dari Universitas Muhammadiyah Surakarta membahas “Harnessing Deep Learning for Personalized and Adaptive Education in the AI Era.” Beliau menjelaskan bagaimana teknologi deep learning dapat digunakan untuk menciptakan model pembelajaran yang lebih personal dan adaptif. Menurutnya, kecerdasan buatan dapat membantu memahami pola belajar siswa, memetakan kelemahan dan kekuatan mereka, serta memberikan umpan balik yang lebih cepat dan tepat. Dengan demikian, AI dapat mempercepat tercapainya pendidikan yang benar-benar berpusat pada siswa.

Kedua materi tersebut mempertegas bahwa integrasi antara inklusivitas dan teknologi kecerdasan buatan menjadi kunci dalam merancang sistem pendidikan masa depan.

Pada penutup sambutannya, Ketua Asosiasi PTMA menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia dan peserta yang telah mendukung terselenggaranya ICEDUALL 8. “Please enjoy the conference, and I hope you will experience fruitful discussions and a truly memorable event,” tuturnya.

Konferensi ICEDUALL 8 ini tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga wahana mempererat kolaborasi internasional yang berkelanjutan antara Indonesia dan Filipina dalam memajukan pendidikan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *