
Edukreatif.id, Bandung – Tim mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan IPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program GEMMA (Gerakan Mandala Mekar Mandiri dan Mendunia) di Balai Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimeunyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Program bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandalamekar melalui Inovasi Pengolahan Singkong Berbasis Zero Waste dan Transformasi Digital sebagai Sentra Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan” ini menjadi langkah nyata mahasiswa UPI dalam mendukung penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini digagas oleh tim mahasiswa S3 Pendidikan IPA UPI yang terdiri atas Dita Puji Rahayu, Anggelina Jeujanan, Elza Rachman Panca Priyanda, Rifqi Pratama, dan Dede Sustri. Lebih dari 30 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari ibu-ibu PKK, pelaku usaha singkong, hingga perwakilan Kepolisian Kecamatan Cimeunyan.
Antusiasme masyarakat tampak sejak awal kegiatan. Peserta aktif mengikuti sesi diskusi hingga praktik pelatihan yang berfokus pada pengembangan usaha singkong secara inovatif, ramah lingkungan, dan berbasis teknologi digital.
Berbagai materi diberikan dalam pelatihan, di antaranya manajemen usaha, standardisasi mutu singkong, pembukuan usaha sederhana, digital marketing, branding, hingga teknik packaging produk agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.

Salah satu fokus utama program GEMMA adalah penerapan konsep zero waste melalui pemanfaatan limbah singkong menjadi produk bernilai ekonomis. Dalam sesi praktik, peserta diajarkan cara mengolah limbah hasil produksi singkong menjadi pupuk yang ramah lingkungan dan berpotensi menambah pendapatan masyarakat.
Salah seorang peserta mengaku kegiatan ini sangat membantu pelaku usaha lokal. Menurutnya, selama ini limbah singkong belum dimanfaatkan secara optimal dan sering kali menjadi persoalan tersendiri bagi para pelaku usaha.
“Melalui pelatihan GEMMA, kami mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengolah limbah singkong menjadi produk yang memiliki nilai jual. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sekretaris Desa Mandalamekar, Ibu Atin, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai GEMMA mampu memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha masyarakat desa, khususnya sektor olahan singkong.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap program seperti ini dapat terus berlanjut agar mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan,” katanya.
Ketua GEMMA, Dita Puji Rahayu, menegaskan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa melalui penguatan potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat.
“Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tetapi Indonesia bercahaya karena lilin-lilin di desa. Semoga Desa Mandalamekar menjadi desa yang bercahaya dan berkontribusi bagi kemakmuran warga dan Indonesia,” ungkapnya.
Melalui GEMMA, mahasiswa S3 Pendidikan IPA UPI berharap masyarakat Desa Mandalamekar mampu terus mengembangkan inovasi usaha berbasis singkong secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal melalui transformasi digital dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Leave a Reply