
DENPASAR – Keberadaan BIM University sebagai satu-satunya perguruan tinggi Muhammadiyah di Bali mendapat perhatian khusus dari Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Hal tersebut disampaikan Prof. Muhadjir saat melakukan kunjungan ke BIM University, Denpasar, Bali.
Dalam kunjungannya, Prof. Muhadjir melihat secara langsung perkembangan BIM University yang hadir membawa misi pendidikan Muhammadiyah di Pulau Dewata. Keberadaan kampus tersebut dinilai memiliki arti penting karena memperluas kiprah Muhammadiyah dalam bidang pendidikan tinggi di tengah masyarakat Bali yang memiliki karakter budaya dan sosial yang beragam.
Prof. Muhadjir mengaku terkesan dengan keberadaan BIM University yang terus berkembang dan mengambil peran dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi di Bali.
“Saya sangat mengapresiasi BIM University. Kehadiran kampus Muhammadiyah di Bali ini merupakan sesuatu yang sangat baik. Saya melihat ada semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi melalui pendidikan.” ujar Prof. Muhadjir.
Menurutnya, keberadaan perguruan tinggi Muhammadiyah di Bali menjadi bagian penting dari perjalanan Muhammadiyah dalam memperluas kontribusi pendidikan di berbagai wilayah Indonesia. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses akademik, tetapi juga dapat menjadi ruang membangun kebersamaan dan kolaborasi dengan masyarakat.
Apresiasi tersebut mendapat sambutan dari Rektor BIM University, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno. Ia menyampaikan bahwa BIM University berkomitmen untuk terus mengembangkan kampus dengan mengedepankan kualitas akademik sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat Bali.
“Kunjungan Prof. Muhadjir merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Apresiasi beliau semakin menguatkan semangat BIM University untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Bali dan Indonesia.” ungkap Prof. Harun.
Prof. Harun menjelaskan bahwa BIM University tidak hanya berorientasi pada pengembangan internal kampus, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Keberadaan kampus di Bali menjadi peluang untuk membangun ekosistem pendidikan yang mempertemukan berbagai latar belakang, budaya, dan perspektif.
“Kami ingin BIM University menjadi kampus yang tumbuh bersama masyarakat. Bali memiliki kekayaan budaya dan masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, kami membangun kampus yang terbuka, inklusif, dan mampu menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.” jelas Prof. Harun.
Ia menambahkan, status sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Bali menjadi amanah yang harus diikuti dengan peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Penguatan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama menjadi bagian dari strategi BIM University dalam memperkuat kiprahnya.
Kunjungan Prof. Muhadjir Effendy menjadi momentum penting bagi BIM University untuk terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Pulau Dewata. Apresiasi tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi sivitas akademika BIM University untuk melanjutkan pengembangan kampus dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
Leave a Reply