Press ESC to close

Tingkatkan Literasi Numerasi, Tim PKM-PM UMS LENTERA ZYLAND Bekali Wali Murid SD Negeri Wiropaten dengan Modul Monitoring Siswa

Edukreatif.id, SURAKARTA – Dalam upaya memperkuat ekosistem pendidikan antara sekolah dan rumah, tim mahasiswa pengabdian masyarakat (PKM-PM) di bawah bimbingan ibu  Siti Azizah Susilawati, S.Si., MP., Ph.D. yang diketuai oleh Vio Arvendha (Pendidikan Teknik Informatika) yang beranggotakan Rahadatul Aisy Tsamarah Ilyas (Teknik Informatika), Suryani Elmaghfiroh (Teknik Informatika), Ryani Dewi Nuraini (Psikologi), dan Dhandy Hananthiyo Ardhy Putra (Teknik Informatika), sukses menyelenggarakan “Sosialisasi Wali Murid dan Pemberian Modul Monitoring Siswa”. Kegiatan ini merupakan bagian dari program utama LENTERA ZYLAND yang digelar secara tatap muka pada Senin (11/08/2025) pukul 07.30 hingga 08.40 WIB di Ruang Kelas 3B, SD Negeri Wiropaten Surakarta.

Acara ini dibuka dengan pemaparan komprehensif mengenai program kegiatan yang akan dilaksanakan selama 3 bulan, serta linimasa (timeline) program Lentera Zyland yang berfokus pada peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa. Para orang tua/wali murid yang hadir juga diperlihatkan dokumentasi kegiatan yang telah berjalan yang bertujuan untuk memberikan gambaran utuh tentang dampak positif program tersebut.

Suasana menjadi lebih interaktif saat tim pelaksana mendemonstrasikan secara langsung cara penggunaan flashcard numerasi berbasis Augmented Reality (AR) yaitu sebuah media inovatif yang dirancang dan dikembangkan secara mandiri oleh tim. Media belajar inovatif ini diperkenalkan sebagai alat yang efektif untuk menstimulasi daya ingat anak dan membuat belajar matematika menjadi lebih menyenangkan. Para wali murid tampak antusias mengikuti sesi ini, beberapa di antaranya mencoba langsung penggunaan flashcard tersebut.

Gambar 1. Mendemonstrasikan Flashcard AR kepada wali murid

Sebagai puncak acara, setiap orang tua dibekali sebuah Modul Monitoring Siswa. Modul ini dirancang sebagai panduan praktis agar orang tua dapat secara aktif dan terstruktur mendampingi serta memantau kemajuan belajar anak di rumah. Untuk memastikan komunikasi dan koordinasi berjalan lancar, para wali murid kemudian dipandu untuk memindai (scan) kode QR yang mengarahkan mereka ke grup komunikasi khusus sebagai wadah monitoring berkelanjutan.

Gambar 2.Penyerahan Modul Monitoring Siswa

Bapak Sugiyono, S.Pd. Kepala Sekolah SD Negeri Wiropaten, memberikan testimoni positifnya terhadap kegiatan yang dilaksanakan. “Kami sangat menyambut baik dan mendukung penuh program Lentera Zyland ini. Inovasi seperti ini sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang baik. Keterlibatan aktif orang tua adalah kunci keberhasilan belajar anak, dan modul ini adalah jembatan yang sangat tepat untuk mewujudkannya,” ujar beliau.

Gambar 3.Respon positif yang diberikan oleh Kepada Sekolah

Dukungan serupa datang dari salah satu wali murid kelas 3A, Ibu Siti Fatimah. “Acaranya sangat bermanfaat. Tadinya saya bingung bagaimana cara efektif membantu anak belajar berhitung di rumah. Dengan adanya buku pantauan ini, saya jadi lebih percaya diri dan tahu apa yang harus dilakukan, setelah melihat dokumentasi belajar siswa saya percaya anak saya bisa memahami literasi numerasi dari program yang disampaikan mahasiswa dari tim zyland tadi serta penjelasannya juga mudah kami pahami,” tuturnya.

Rahadatul Aisy, selaku perwakilan tim pelaksana, mengungkapkan harapannya. “Harapan terbesar kami adalah Lentera Zyland tidak berhenti sebagai program sosialisasi saja, tetapi menjadi sebuah gerakan berkelanjutan. Kami berharap modul ini benar-benar dimanfaatkan oleh para orang tua sehingga kemampuan literasi numerasi siswa dapat meningkat secara signifikan berkat kerja sama yang solid antara rumah dan sekolah,” katanya penuh optimisme.

Gambar 4. Pemaparan program Lentera Zyland terhadap Wali Murid

Dampak yang dihasilkan dalam program ini adalah meningkatnya pemahaman dan kesadaran orang tua mengenai program pendampingan belajar siswa. Orang tua merasa lebih terhubung dan dilibatkan oleh pihak sekolah dalam pendidikan anak. Terbentuknya wadah komunikasi (grup koordinasi) yang efisien untuk monitoring perkembangan siswa. Vio Arvendha selaku ketua tim menyatakanmanfaat dari program yang mereka jalankan ini. “Manfaat jangka panjang dari program kami  bagi siswa adalah sebagai proses belajar menjadi lebih konsisten antara sekolah dan rumah, sehingga berpotensi meningkatkan pemahaman dan prestasi di bidang literasi numerasi. Adapaun bagi orang tua adalah memiliki panduan yang jelas dan terstruktur untuk mendampingi anak belajar, serta meningkatkan kualitas interaksi edukatif dengan anak. Sedangkan bagi sekolah program ini dapat menciptakan kemitraan yang solid antara sekolah dengan orang tua, yang dapat mendukung keberhasilan program-program akademik sekolah secara keseluruhan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *