Press ESC to close

Mahasiswa Internasional UMS Belajar Membatik di Bayat, Klaten

Edukreatif.id, Klaten, 26 Agustus 2025 – Suasana riuh penuh antusiasme tampak di salah satu rumah batik di Bayat, Klaten. Sebanyak 17 mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terlihat sibuk menggoreskan canting berisi malam panas di atas selembar kain putih. Dengan wajah serius bercampur rasa penasaran, mereka tengah belajar seni membatik, warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.

Gambar 1. Mahasiswa international UMS belajar membatik

Kegiatan membatik ini merupakan rangkaian dari program Imersi Budaya yang digelar oleh Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) UMS. Selama empat hari, para mahasiswa asing ini diajak mengenal lebih dekat kebudayaan Jawa, mulai dari membatik, mengenal kesenian tradisional, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

Sebelum praktik membatik, para peserta terlebih dahulu mendapat pembekalan dari Nurul Khitiyah, S.Pd, guru SMP Muhammadiyah 7 Bayat. Ia memperkenalkan sejarah batik, makna filosofis motif-motifnya, serta peralatan yang digunakan. “Membatik bukan hanya soal menggambar di kain, tapi juga melatih kesabaran dan ketekunan,” jelas Nurul saat memberikan arahan.

Salah satu mahasiswa, Alaa dari Suriah, mengaku terkesan dengan pengalaman barunya. “Kegiatan hari ini sangat menyenangkan. Ini pertama kali bagi saya, dan saya berharap ada kegiatan seperti ini lagi,” ungkapnya sambil menunjukkan kain batik hasil karyanya.

Menurut Ketua LPMB UMS Dr. Aryati Prasetyarini, M.Pd, menyatakan bahwa kegiatan imersi budaya ini sengaja dirancang agar mahasiswa tidak hanya belajar bahasa di dalam kelas, tetapi juga memahami konteks sosial-budaya di masyarakat. “Melalui pengalaman langsung seperti ini, mahasiswa akan lebih mudah menguasai bahasa Indonesia sekaligus mencintai budaya lokal,” ujarnya.

Gambar 2. Proses membatik

Selain membatik, dalam hari-hari berikutnya para mahasiswa juga dijadwalkan mengikuti kegiatan kesenian tradisional dan praktik kehidupan sehari-hari bersama warga. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan keterikatan emosional mahasiswa internasional terhadap Indonesia serta menjadikan mereka duta budaya ketika kembali ke negara asal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *