
Edukreatif.id, Magelang, 27 Agustus 2025 – Prestasi gemilang berhasil diraih mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) Magelang dalam ajang Borneo Nastional Business Plan Competition 2025 yang diselenggarakan oleh kolaborasi UKM Riset dan Penalaran Ilmiah serta UKM Start Up Universitas Borneo Tarakan. Kompetisi ini berlangsung pada 25–26 Agustus 2025 di Gedung Rektorat Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara, dan diikuti oleh sekitar 50 finalis dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Dalam ajang bergengsi tersebut, dua mahasiswa Untidar, yakni Bagus Fauzan Azhari dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi, dan Vira Hanifatun Irbah dari Program Studi Pendidikan IPA, FKIP, sukses mengharumkan nama almamater dengan meraih Juara 2, Gold Medal, Best Presentation, dan Best Paper sekaligus.

Fazha dan Vira, akrab disapa demikian, hadir dengan gagasan inovatif yang berangkat dari keresahan masyarakat terhadap penggunaan bahan kimia berbahaya pada produk sehari-hari. Mereka memanfaatkan potensi lokal yang sering kali dianggap kurang bernilai, lalu mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus ramah lingkungan.
Gagasan ini tidak hanya menekankan aspek keamanan, tetapi juga membawa misi ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan bahan yang kerap dipandang sebagai limbah. Relevansi ide mereka dengan tren green business dan sustainable development menjadikannya sorotan menarik bagi dewan juri.
Suasana Kompetisi
Selama dua hari pelaksanaan, para finalis mempresentasikan ide bisnis di hadapan dewan juri yang terdiri dari akademisi, praktisi bisnis, dan pengusaha lokal. Kriteria penilaian mencakup aspek orisinilitas ide, kelayakan bisnis, potensi keberlanjutan, serta kualitas presentasi dan paper yang diajukan.
Persaingan berlangsung sangat ketat. Dari 50 finalis yang hadir, hanya beberapa tim yang berhasil menembus babak presentasi utama. Dalam tahap inilah, Fazha dan Fira tampil meyakinkan. Presentasi mereka yang komunikatif, didukung data riset mendalam, serta konsep bisnis yang aplikatif berhasil membuat dewan juri terkesan.
Testimoni Peserta
Dalam kesan pertamanya, Fazha mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas pencapaian tersebut.
“Saya sangat senang bisa membawa pulang penghargaan ini. Lomba ini benar-benar menantang karena semua peserta memiliki ide bisnis yang luar biasa. Alhamdulillah, dengan kerja keras, bimbingan dari dosen, dan kekompakan tim, kami bisa meraih hasil terbaik. Semoga ke depan, ide bisnis kami dapat dikembangkan lebih jauh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Vira menambahkan bahwa penghargaan ini merupakan motivasi besar untuk terus berinovasi.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi kami. Kami tidak hanya belajar bagaimana menyusun rencana bisnis yang baik, tetapi juga bagaimana meyakinkan orang lain bahwa ide ini bisa diwujudkan. Harapannya, produk lotion anti nyamuk berbahan alami ini bisa dikembangkan hingga masuk ke pasar dan menjadi alternatif yang lebih sehat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ajang Pengembangan Diri dan Jaringan Nasional
Selain kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang bertemu, berdiskusi, dan bertukar ide antar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para peserta tidak hanya bersaing, tetapi juga menjalin jejaring untuk kolaborasi penelitian maupun rencana bisnis ke depan. Dengan torehan prestasi ini, Fazha dan Fira tidak hanya mengharumkan nama Untidar, tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Keberhasilan mereka di Borneo National Business Plan Competition 2025 sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas anak muda mampu menjawab tantangan zaman, khususnya dalam bidang kewirausahaan dan inovasi produk berbasis lokal.
Leave a Reply