Press ESC to close

Program “Ponggok EdiTour Initiative” Hadirkan Glocalisation untuk Desa Wisata Ponggok

Edukreatif.id, Klaten, 2025 – Desa Wisata Ponggok kembali menjadi sorotan sebagai mitra dalam implementasi Program PMM (Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa) bertajuk Ponggok EdiTour Initiative (PETI). Program ini mendapatkan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM)  yang merupakan hasil kolaborasi antara tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama BUMDes Tirta Mandiri, LUPMMDes Ponggok dan UMKM kuliner Pongchips.

Gambar 1. Kolaborasi PETI dengan Mitra Ponggok

Program ini bertujuan untuk memperkenalkan Desa Ponggok beserta nilai-nilai budaya lokal ke pasar internasional melalui konsep glocalisation—sebuah upaya menjembatani potensi lokal agar dikenal di kancah global. Kegiatan berlangsung selama dua bulan dengan melibatkan 20 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Teknik Informatika FKIP UMS, yang bekerja efektif selama 144 JKEM.

Ketua tim dosen, Irma Yuliana, S.T., M.M., M.Eng., menjelaskan bahwa PETI memiliki 10 program kerja yaitu revitalisasi website, media sosial , konten digital video , kreasi kemasan pongchips sebagai produk UMKM dengan informasi dalam bahasa Inggris, pembuatan VR 360o di lokasi wisasta, pembuatan papan informasi multibahasa (Indonesia–Inggris–Aksara Jawa), penerapan IoT (Internet of Things) untuk memantau kualitas air umbul,  hingga pembangunan kemitraan dengan Candi Prambanan, Keraton Surakarta, Pura Mangkunegaran, serta platform perjalanan internasional. Sementara yang tak kalah penting adalah pelatihan English for Tourism bagi staf yang didampingi oleh anggota tim dosen, Susiati, S.Pd., M.Ed., untuk mempersiapkan Ponggok dalam menyambut wisatawan mancanegara dengan lebih profesional.

Kepala Desa Ponggok, H. Junaedhi Mulyono, S.H., menyambut baik inisiatif ini. “Program ini akan menjadi titik balik kebangkitan Desa Ponggok pasca pandemi. Dengan dukungan teknologi digital dan kemampuan bahasa Inggris, kami optimis wisatawan mancanegara akan semakin banyak berkunjung,” ujarnya.

Randhikabima Ridho Pradana, Ketua 2 dari tim mahasiswa GenPETI juga berbagi pengalamannya bahwa, program ini membawa banyak pengalaman lifeskills dalam bermasyarakat. Mahasiswa belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan cara bekerja sama dalam tim. Lebih dari itu, dalam tim sangat penting adanya kolaborasi, sehingga mampu mewujudkan hal-hal yang sebelumnya terasa mustahil.”

Bagi Beni, dari divisi penyelam di Umbul Ponggok merasa sangat bahagia dan percaya diri ketika dapat  berinteraksi dengan wisatawan mancanegara dalam memberikan pelayanan terbaik mengantarkan ponggok sebagai salah satu destinasi wisata air internasional.

Gambar 2. Wisatawan mancanegara memberikan respon

Program ini juga mendapatkan respon positif dari beberapa wisatawan mancanegara yaitu Maciej yang berasal dari Polandia, menyampaikan:

“Ini pertama kalinya saya mengunjungi Ponggok, dan saya sangat menikmati semua aktivitas. Kami mencoba menyelam dengan helm, berjalan di bawah air, memberi makan ikan, dan melakukan arung jeram kecil. Secara keseluruhan, pengalaman ini sangat direkomendasikan. Saya akan memberi tahu teman-teman saya agar datang ke sini.”

Testimoni serupa juga datang dari Ali Ahmed, wisatawan asal Kenya:

“Bagi saya ini adalah momen inspiratif. Melihat masyarakat begitu antusias belajar bahasa Inggris membuat pengalaman ini lebih dari sekadar hari yang menyenangkan.”

Dengan adanya PETI, Desa Ponggok diharapkan tidak hanya dikenal sebagai wisata air favorit wisatawan domestik, tetapi juga menjadi destinasi internasional yang mengangkat kearifan lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *