
Edukreatif.id, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) pada Selasa (10/2) di Petra Ballroom, Hotel Noormans, Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh perwakilan Dinas Sosial kabupaten/kota se-Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya penguatan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam pembukaannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, S.H., M.Hum., memaparkan kondisi kemiskinan di Jawa Tengah yang masih menjadi perhatian bersama. Ia menyampaikan bahwa garis kemiskinan di Jawa Tengah per September 2025 tercatat sebesar Rp570.870 per kapita per bulan, mengalami kenaikan 6,15 persen dibandingkan Maret 2025. Data tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat intervensi berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas daerah dalam pelaksanaan program Usaha Ekonomi Produktif, khususnya dalam mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan kemandirian ekonomi, serta pengurangan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
Berkesempatan sebagai narasumber, Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta sekaligus President Director Desamind Indonesia, Hardika Dwi Hermawan, M.Sc.(ITE), menyampaikan materi “Pemberdayaan dan Pengembangan Desa”. Dalam pemaparannya, Hardika menekankan pentingnya pendekatan social entrepreneurship dalam program pengentasan kemiskinan, yakni pengembangan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dampak sosial bagi masyarakat.
“Usaha ekonomi produktif perlu dirancang sebagai proses pemberdayaan, bukan sekadar bantuan. Pendekatan social entrepreneurship memungkinkan masyarakat membangun usaha yang berkelanjutan, mandiri, dan memiliki nilai tambah sosial,” ujar Hardika.
Ia juga menyoroti peran strategis pemuda dalam pembangunan desa. Menurutnya, keterlibatan pemuda menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program ekonomi produktif karena pemuda memiliki kapasitas adaptasi, kreativitas, serta visi jangka panjang dalam pengelolaan usaha berbasis desa.
Selain Hardika, kegiatan ini juga menghadirkan dr. Moch. Ichlas Riyanto, M.M., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap. Dalam materinya, Ichlas membahas transformasi pendekatan program sosial dari bantuan menuju kemandirian, serta menekankan peran strategis dinas dalam pendampingan usaha yang berkelanjutan.
“Pendampingan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi harus memastikan usaha yang dijalankan mampu tumbuh, bertahan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga penerima,” jelas Ichlas.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan komunitas dalam mendorong pelaksanaan Usaha Ekonomi Produktif sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat.
Author: Ahmad Zamzami
Leave a Reply