
Edukreatif.id, KARANGANYAR – Tim KKN-Dik FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan program Revitalisasi Mading di SDIT Jumapolo pada 30 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di teras Masjid SDIT Jumapolo dan melibatkan warga sekolah, dengan fokus utama pada siswa kelas atas. Program ini dirancang untuk menghidupkan kembali fungsi mading sebagai ruang ekspresi dan kreativitas siswa. Mahasiswa KKN mendorong keterlibatan aktif siswa agar mading tidak hanya terpasang, tetapi juga terkelola secara berkelanjutan.
Kegiatan ini secara khusus melibatkan siswa kelas 5 yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Mahasiswa KKN mengemas kegiatan dalam bentuk kerja bersama untuk membuat mading bertema ekstrakurikuler. Setiap kelompok siswa mewakili satu ekstrakurikuler untuk menyusun satu mading. Jumlah ekstrakurikuler yang terlibat mencapai sekitar 14 kegiatan. Pendekatan ini dipilih agar siswa merasa memiliki karya yang mereka buat dan terdorong untuk terus mengisi papan mading ke depannya.

Dalam proses pelaksanaan, mahasiswa KKN mendampingi siswa sejak tahap awal hingga akhir. Siswa melakukan aktivitas seperti menggunting, menempel, menggambar, dan menyusun elemen mading sesuai kreativitas kelompok masing-masing. Suasana kegiatan berlangsung aktif dan menyenangkan. Anak-anak terlihat antusias karena kegiatan ini terasa seperti bermain sambil berkarya. Interaksi antar siswa juga terbangun dengan baik selama proses pembuatan mading berlangsung.
Kegiatan sempat menghadapi kendala keterbatasan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa KKN menyiapkan solusi dengan menyediakan bahan utama mading sejak awal. Bahan yang disiapkan meliputi teks materi, elemen visual, dan perlengkapan pendukung lainnya. Dengan cara ini, siswa tidak perlu mencari materi tambahan saat kegiatan berlangsung. Siswa dapat langsung fokus pada proses menggunting dan menempel sesuai ide dan kreativitas kelompok masing-masing. Solusi ini membuat kegiatan tetap berjalan efektif meskipun waktu terbatas.
Salah satu guru SDIT Jumapolo, Pak Dwi Prasetyo, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya program revitalisasi mading ini. Anak-anak jadi lebih semangat berkarya dan belajar menyalurkan kreativitas mereka. Harapannya mading ini bisa terus diisi dan menjadi kebiasaan positif di sekolah,” ujarnya.
Hasil utama dari kegiatan ini adalah terisinya papan mading SDIT Jumapolo dengan karya mading buatan siswa. Papan mading tersebut kini menampilkan berbagai informasi dan dokumentasi kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Mahasiswa KKN berharap mading ini dapat terus diperbarui oleh siswa dan guru sebagai wadah berkelanjutan untuk menyalurkan ide, karya, dan informasi sekolah. Melalui kegiatan ini, mading diharapkan menjadi ruang belajar kreatif yang terus hidup dan berkembang di lingkungan SDIT Jumapolo.

Penulis: Ibnu Gayuh Fadilah
Leave a Reply