
Edukreatif.id, Sragen – Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta berkeja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Sragen mengadakan pelatihan pembelajaran mendalam (Deep Learning) bagi guru-guru Bahasa Indonesia jenjang SMP se-Kabupaten Sragen, Jumat (23/5/2025).
Hadir pada kegiatan tersebut Farid Wajdi, S.Sos., M.Si, Kepala bidang Pembinaan SMP beserta Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMP, Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Sragen Kristin Cahyani, S.Pd., M.Pd., seluruh guru Bahasa Indonesia jenjang SMP di Kabupaten Sragen, dan Dr. Miftakhul Huda, M.Pd. sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut.
Melalui kegiatan fasilitasi pelatihan pembelajaran ini, Farid Wajdi, S.Sos., M.Si. selaku Kepala bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sragen menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendorong peningkatan kualitas guru. Hal ini dipertegas oleh Kristin Cahyani, S.Pd., M.Pd. selaku ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Sragen yang berharap guru-guru Bahasa Indonesia jenjang SMP di Kabupaten Sragen mampu meningkatkan kompetensi pedagoginya untuk mempersiapkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan. Lebih dari itu, pelatihan ini diselenggarakan dengan harapan agar guru Bahasa Indonesia jenjang SMP di Kabupaten Sragen tidak cemas dan gelisah dalam menghadapi dan menerima perubahan serta informasi baru di dalam dunia pendidikan.
Deep Learning merupakan pendekatan pembelajaran yang dipersiapkan untuk menghadapi bonus demografi tahun 2035 dan visi Indonesia emas tahun 2045. Deep learning bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk mempersiapakan peserta didik menjadi pemelajar sepanjang hayat.
“Deep learning bukanlah hal yang baru di dunia pendidikan, deep learning bukan merupakan kurikulum baru, deep learning merupakan pendekatan pembelajaran yang tidak memiliki sintaks tertentu sehingga berbagai model pembelajaran yang sudah Bapak/ Ibu guru terapkan sebelumnya tetap dapat diterapkan dalam pembelajaran mendalam ini. Bapak/ Ibu perlu tahu bahwa deep learning merupakan pendekatan untuk meng-highlight pekerjaan Bapak/ Ibu guru selama ini,” ujar Miftakhul Huda, Jumat (23/5/2025).
Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua sesi kegiatan, yaitu sesi pertama dengan penguatan pemahaman konsep deep learning dalam pembelajaran yang kemudian diikuti dengan diskusi antara peserta dan narasumber. Selanjutnya, sesi dua dilakukan dengan membagi kelompok kecil untuk para peserta berdiskusi secara komprehensif mengenai penerapan deep learning di dalam desain pembelajaran Bahasa Indonesia untuk jenjang SMP.
Seluruh guru Bahasa Indonesia jenjang SMP nampak antusias dan aktif dalam mengikuti pelatihan ini. Salah satu peserta, Fendy Widyastono, S.Pd. Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Satu Atap Sambirejo Sragen menyatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan dibutuhkan para guru untuk meng-upgrade diri sehingga profesionalitasnya meningkat. Kegiatan pelatihan ini tidak hanya dilakukan dengan memberikan penyuluhan melainkan juga dilakukan pendampingan sehingga guru-guru memiliki pemahaman utuh mengenai deep learning dan dapat mengimplementasikannya di dalam desain pembelajaran.
Kontributor : Dr Miftakhul Huda
Leave a Reply