
Edukreatif.id, KARANGANYAR – Mahasiswa KKN-Dik FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta melaksanakan program kerja pengenalan dan pelatihan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality di SDIT Jumapolo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, dan diikuti oleh sekitar 25 peserta yang seluruhnya merupakan guru SDIT Jumapolo. Program ini bertujuan mengenalkan teknologi pembelajaran terkini yang dapat digunakan guru untuk mendukung proses belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong pemanfaatan teknologi pendidikan di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan diawali dengan sesi pengerjaan pre-test oleh seluruh peserta. Sesi ini bertujuan mengetahui tingkat pemahaman awal guru terkait Augmented Reality dan media pembelajaran interaktif. Setelah itu, mahasiswa KKN menyampaikan materi pengantar mengenai konsep Augmented Reality dalam dunia pendidikan. Materi meliputi pengertian AR, konsep dasar penggunaannya, contoh penerapan AR di kelas, serta manfaat AR dalam meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa. Mahasiswa KKN juga memperkenalkan platform Assemblr Edu sebagai media pembuatan konten AR yang dapat digunakan guru secara mandiri. Penyampaian materi dilakukan oleh mahasiswa KKN dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh nyata.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan praktik langsung menggunakan platform Assemblr Edu. Sesi praktik dimulai dari pembuatan akun, pengenalan fitur dasar, hingga proses pembuatan media AR sederhana. Guru diarahkan untuk menyusun objek tiga dimensi, mengatur tampilan, dan menyimpan proyek AR. Pada tahap akhir, peserta menghasilkan kode QR yang dapat dipindai menggunakan ponsel untuk menampilkan hasil proyek AR yang telah dibuat. Tahapan ini memberi pengalaman langsung kepada guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi.
Selama sesi praktik, guru menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mengikuti setiap tahapan. Namun, beberapa guru mengalami kendala jaringan internet yang menyebabkan mereka tertinggal pada beberapa tahap praktik. Mahasiswa KKN merespons kendala tersebut dengan memberikan pendampingan secara langsung. Sebanyak 13 mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator untuk membantu peserta yang mengalami kesulitan teknis. Pendampingan ini membantu seluruh peserta tetap mengikuti kegiatan hingga tahap akhir praktik.

Gambar 2. Sesi Praktik Penggunaan Platform Assemblr Edu
Setelah sesi praktik selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengerjaan post-test. Post-test digunakan untuk mengukur perkembangan pemahaman guru setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Setelah post-test, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama antara mahasiswa KKN dan guru SDIT Jumapolo sebagai penutup rangkaian acara.
Selanjutnya, Bapak Sriyadi, S.Si. selaku Kepala Sekolah SDIT Jumapolo menyampaikan sepatah dua patah kata. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih atas pembelajaran baru terkait teknologi terkini yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Beliau juga menyampaikan bahwa sebelumnya para guru belum mengetahui adanya media pembelajaran berbasis tiga dimensi yang dapat digunakan di kelas. Bapak Sriyadi berharap mahasiswa KKN, khususnya dari Pendidikan Teknik Informatika, dapat terus memberikan pelatihan teknologi lainnya. Beliau menekankan bahwa kehadiran KKN di SDIT Jumapolo menjadi sarana belajar bersama antara guru dan mahasiswa.
Penulis: Ibnu Gayuh Fadilah
Leave a Reply