
Edukreatif.id, Purbalingga, 1 Juni 2025 – Sebagai tindak lanjut dari Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Platform Literasi Digital yang telah dilaksanakan sebelumnya, Tim P2AD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersama PKBM Cakra melaksanakan Edukasi Door-to-Door ke Masyarakat Desa Cipaku untuk mengedukasi warga terkait bahaya hoaks dan praktik judi online.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Teknik Informatika FKIP UMS, PKBM Cakra, Desamind Indonesia Foundation, Desamind Chapter Purbalingga, dan Komunitas Literasi Purbalingga. Kolaborasi ini memperkuat model pemberdayaan masyarakat akar rumput melalui literasi digital yang berkelanjutan dan partisipatif.
Sebanyak 70 siswa PKBM Cakra terlibat dalam aksi ini. Mereka dibagi menjadi 13 kelompok kecil dan didampingi oleh 26 pendamping dari berbagai unsur, yakni mahasiswa PTI UMS, siswa PKBM, relawan Desamind Indonesia, Desamind Chapter Purbalingga, serta Komunitas Literasi Purbalingga. Para peserta disebar ke 5 dusun di Desa Cipaku, dengan target masing-masing kelompok menyampaikan edukasi ke minimal 5 rumah warga.

Dalam waktu singkat, lebih dari 100 rumah warga telah dikunjungi dan mendapatkan edukasi secara langsung terkait pencegahan hoaks dan judi online. Materi yang disampaikan meliputi cara mengenali informasi palsu, dampak sosial dari judi online, serta pengenalan terhadap platform digital edukatif yang telah disosialisasikan sebelumnya.
“Model edukasi ini kami rancang dari hulu ke hilir, berawal dari pembekalan siswa, pemanfaatan platform digital, hingga aksi nyata langsung ke masyarakat. Ini menjadi bagian dari proses awal pembentukan Satgas Literasi Digital Sahabat Digital Cakra yang saat ini masih dalam tahap persiapan,” terang Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.ITE, Dosen PTI UMS sekaligus Ketua Tim P2AD FKIP UMS.
Kegiatan ini diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk oleh Dheni Fedianto, S.Pd, selaku tutor PKBM Cakra dan juga Ketua Karang Taruna Desa Cipaku. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata pendidikan kontekstual yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi benar-benar menyentuh masyarakat secara langsung. Siswa tidak hanya belajar, tapi juga menjadi bagian dari perubahan sosial. Kami sangat mendukung kegiatan ini untuk terus dilanjutkan,” ujar Dheni.
Salah satu pendamping kegiatan, Muhammad Wafa, S.E, yang juga menjabat sebagai Kepala Desamind Chapter Purbalingga sekaligus Ketua Komunitas Literasi Purbalingga, turut mengapresiasi semangat para siswa dan sinergi antar-lembaga yang terlibat.
“Rasanya menyenangkan dan bangga bisa melihat anak muda bisa terlibat aktif di masyarakat. Terlebih, judol jadi masalah yang rentan menjangkit masyarakat. Kalo anak muda tidak bergerak mau siapa lagi?,” ungkap Wafa.
Melalui pendekatan door-to-door, siswa tidak hanya menyampaikan edukasi tetapi juga menjalin kedekatan dengan masyarakat. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan digital tidak hanya efektif dilakukan secara daring, tetapi juga dapat dikemas dalam interaksi hangat dari pintu ke pintu.
Sebagai bagian dari rangkaian program literasi digital selama lima bulan ke depan, kegiatan ini menjadi fondasi awal menuju terbentuknya Sahabat Digital Cakra, Satgas Literasi Digital Desa Cipaku. Pertemuan khusus untuk meresmikan struktur satgas ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Kontributor : Shandy Yusril
Leave a Reply