
Edukreatif.id, Magelang — Desamind Chapter Magelang memfasilitasi peningkatan kapasitas komunikasi bagi perempuan Desa Gandusari melalui kegiatan Public Speaking KWT Permai Tani. Program ini dirancang untuk memperkuat kemampuan berbicara di depan umum sekaligus membangun kepercayaan diri anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Permai Tani dalam mendukung aktivitas pemasaran produk dan pengembangan kelompok.
Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 31 Agustus 2025 dan 21 September 2025, bertempat di Markas KWT Desa Gandusari, Kabupaten Magelang. Mengusung tema “Bangun Percaya Diri, Tingkatkan Potensi Diri,” kegiatan ini menghadirkan Rahmat Subur Santoso, praktisi komunikasi yang aktif dalam pengembangan diri, serta turut dihadiri oleh Ketua KWT, Darojatul Aliyah.
Pada tahap pertama, peserta mendapatkan pemahaman dasar public speaking meliputi cara membangun kepercayaan diri, menyusun pesan yang efektif, hingga teknik mengatasi rasa gugup. Tahap kedua difokuskan pada praktik berbicara langsung di depan audiens, dengan umpan balik yang diberikan secara langsung oleh pemateri. Pendekatan praktik ini memberikan pengalaman nyata bagi peserta dalam mengasah kemampuan komunikasi yang dibutuhkan dalam keseharian, termasuk dalam mempromosikan produk kelompok.
Pelatihan berjalan interaktif dan mendapat respons positif dari anggota KWT. Peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan mencoba menyampaikan pesan di depan rekan-rekannya. Musripah, salah satu anggota KWT, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan mereka.
“Selama ini kami kesulitan memasarkan produk karena kurang percaya diri berbicara di depan orang. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana menyampaikan pesan dengan baik dan lebih percaya diri,” ujar Musripah Sabtu, (22/11).
Peserta lain, Choisah, menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Program ini membuat kami paham cara memasarkan produk, terutama melalui media sosial. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap Choisah.
Ketua pelaksana, Alif Zidan Ramadhan, menilai tingginya antusiasme peserta sebagai indikator bahwa penguatan kapasitas komunikasi adalah kebutuhan penting bagi perempuan di desa.
“Ibu-ibu sangat antusias, aktif berdiskusi, dan berlatih berbicara di depan umum. Harapannya, pelatihan ini membantu mereka lebih percaya diri dan mampu mempromosikan produk KWT secara efektif, baik secara langsung maupun melalui media digital,” jelas Alif.
Melalui inisiatif ini, lanjutnya, Desamind Chapter Magelang berharap pemberdayaan perempuan desa tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kapasitas personal yang mendukung peran perempuan sebagai penggerak perubahan di tingkat lokal.
“Kemampuan berbicara yang baik di ruang publik menjadi langkah awal bagi terwujudnya kemandirian, keberdayaan, dan keberlangsungan kelompok perempuan desa dalam berkarya,” tutup Alif.
Leave a Reply