
Edukreatif.id, SUKOHARJO. Di tengah tantangan dunia pendidikan dasar yang semakin kompleks, banyak sekolah negeri menghadapi persoalan menurunnya jumlah peserta didik baru. Persaingan dengan sekolah swasta, perubahan pola pikir masyarakat, hingga tuntutan layanan pendidikan yang semakin tinggi menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah negeri untuk tetap mempertahankan eksistensinya.
Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya terjadi di SDN Telukan 02. Sekolah dasar negeri yang berada di Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo ini justru menunjukkan tren positif dengan meningkatnya minat masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya. Di tengah isu krisis murid sekolah negeri di berbagai daerah, SDN Telukan 02 mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat melalui berbagai inovasi layanan pendidikan yang terus dikembangkan sekolah. Hal tersebut terlihat dari hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online tahun ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan pada tanggal 4 Mei – 6 Mei 2026. SDN Telukan 02 berhasil menempati peringkat sekolah terfavorit ketiga di Kabupaten Sukoharjo setelah SDN Jetis 01 dan SDN Jombor 01. Dari total 69 pendaftar yang masuk melalui sistem SPMB Online, sekolah menerima sebanyak 56 peserta didik baru sesuai kuota yang tersedia. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan di SDN Telukan 02.
Pendekatan deep learning menjadi relevan dengan arah kebijakan pendidikan saat ini yang menempatkan siswa sebagai subjek utama pembelajaran. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, melainkan fasilitator yang membantu siswa menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan dan mendalam.
Dalam praktiknya, guru di SDN Telukan 02 mulai menghadirkan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Peserta didik diajak berdiskusi, memecahkan masalah sederhana, bekerja dalam kelompok, hingga mengemukakan pendapat secara aktif di kelas. Suasana belajar yang hidup tersebut membuat siswa lebih antusias dan percaya diri dalam mengikuti pembelajaran. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, sekolah juga mengembangkan budaya belajar yang positif. Lingkungan sekolah dibangun dengan semangat aman, nyaman, tertib, amanah, dan berbudaya sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Budaya sekolah yang kondusif tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan kualitas layanan pendidikan yang humanis.
Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan budaya belajar di sekolah. Kepemimpinan yang visioner menjadi penggerak bagi guru untuk terus berinovasi dan menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan zaman. Dukungan antarguru serta kolaborasi dengan orang tua juga menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan.
Kepercayaan masyarakat terhadap sekolah pada akhirnya tumbuh dari pengalaman nyata yang dirasakan peserta didik dan wali murid. Pelayanan guru yang ramah, komunikasi yang terbuka, serta perhatian terhadap perkembangan siswa menjadi nilai lebih yang dirasakan masyarakat. Tidak sedikit orang tua yang menilai bahwa sekolah tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan rasa percaya diri anak. Fenomena yang terjadi di SDN Telukan 02 menunjukkan bahwa eksistensi sekolah di era modern tidak cukup hanya mengandalkan status negeri semata. Sekolah perlu menghadirkan layanan pendidikan yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan belajar generasi saat ini.
Penerapan layanan pendidikan berbasis deep learning menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna sekaligus meningkatkan daya tarik sekolah di mata masyarakat. Ketika siswa merasa senang belajar, guru terus bertumbuh, dan orang tua merasa dilibatkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap sekolah akan tumbuh dengan sendirinya.
Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, pengalaman SDN Telukan 02 menjadi gambaran bahwa kualitas layanan pendidikan tetap menjadi kunci utama dalam menjaga eksistensi sekolah. Inovasi pembelajaran yang berpihak pada kebutuhan siswa bukan hanya mampu meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masa depan sekolah negeri.
Penulis: Fatimah Yuliani (SDN Telukan 02_Mahasiswa Prodi MAP UMS)
Leave a Reply