Press ESC to close

BIM BALI 2 Featuring Bali Future Lab Perkuat Sinergi Akademisi, Industri, dan UMKM dalam Ekosistem Inovasi Digital

Denpasar, Bali – Komitmen BIM University dalam membangun ekosistem pendidikan yang terintegrasi dengan dunia industri kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan BIM BALI 2 Featuring Bali Future Lab bersama iPaymu. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini sukses menghadirkan ruang kolaborasi bagi akademisi, pelaku industri, pemerintah, startup, komunitas, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bersama-sama membahas masa depan inovasi, teknologi, dan keberlanjutan.

Mengangkat tema Tourism, Sustainability, Artificial Intelligence, and Future of Hospitality, BIM BALI 2 tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan teori akademik dengan praktik industri. Konsep yang menggabungkan conference, exhibition, hackathon, business competition, hingga entertainment menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu agenda kolaboratif yang memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi tantangan transformasi digital.

Pelaksanaan kegiatan secara hybrid memungkinkan peserta mengikuti seluruh rangkaian acara baik secara langsung di Kampus BIM University maupun melalui platform digital. Model ini membuka kesempatan lebih luas bagi peserta dari berbagai daerah untuk terlibat dalam diskusi, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring profesional.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor BIM University, Dr. Cuk Taruna Hendrajaya, menjelaskan bahwa BIM BALI 2 merupakan implementasi nyata dari konsep IIE (IT Skills, Industry Skills, and Entrepreneurship) yang menjadi identitas dan arah pengembangan BIM University.

“BIM BALI 2 kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat. Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memahami kebutuhan nyata dunia industri sehingga memiliki kompetensi untuk bekerja maupun membangun usaha secara mandiri,” jelasnya.

Hari pertama konferensi dibuka melalui keynote speech yang disampaikan oleh Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., Kepala Program Studi Magister dan Doktor Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dalam paparannya, Prof. Anton menekankan pentingnya transformasi pendidikan tinggi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus memperkuat kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Sesi diskusi kemudian dilanjutkan dengan panel bertema Tourism yang menghadirkan Adhiguna (Co-Founder dan Villa Management Coordinator BVRMA), Dr. Drs. Ismoyo Soemarlan, M.Par., CHIA (Ketua Bali Villa Association), Fian Febrian (Founder Maleo AI), Budi Satrya (Chief Marketing Officer Xepeng), serta Hera Oktadiana, Ph.D., CHE dari Griffith University dan James Cook University, Australia. Para narasumber membahas berbagai strategi pengembangan sektor pariwisata melalui pemanfaatan Artificial Intelligence, digitalisasi layanan, serta inovasi hospitality yang mampu menjawab perubahan perilaku wisatawan global.

Pembahasan berlanjut pada panel Sustainability yang menghadirkan Prof. Dr. Ni Made Eka Mahadewi, M.Par., CHE, I Made Dwi Arbani, S.T.P., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Ananda Priantara, Founder Sustainix dan Daur Tera, serta I Made Agus Jaya Wardana, Ketua Malu Dong Community. Diskusi tersebut mengangkat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan lingkungan, penerapan ekonomi sirkular, serta inovasi teknologi yang mendukung pariwisata ramah lingkungan.

Ketua Bali Future Lab yang juga menjabat sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dan Head of Business Development iPaymu, Silvia Ratna Ariani, menyampaikan bahwa kolaborasi bersama BIM University menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi digital di Indonesia.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri merupakan fondasi penting dalam menciptakan inovasi yang berdampak. Melalui BIM BALI 2, kami melihat semangat yang besar dari mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha untuk bersama-sama membangun solusi berbasis teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ungkap Silvia.

Sementara itu, Ketua Pelaksana BIM BALI 2, Akmil Asril, S.S., M.M., menuturkan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar sebagai konferensi internasional, melainkan sebagai ruang bertemunya berbagai pemangku kepentingan untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan peluang kolaborasi.

“BIM BALI 2 merupakan wadah yang mempertemukan akademisi, dunia industri, pemerintah, komunitas, serta pelaku UMKM dalam satu ekosistem inovasi. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan kolaborasi yang berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi penyelenggaraan forum akademik yang lebih aplikatif di masa mendatang,” ujar Akmil Asril.

Tidak hanya menghadirkan forum diskusi, BIM BALI 2 juga menyelenggarakan exhibition yang menampilkan beragam produk inovatif dari perusahaan mitra, startup, pelaku UMKM berbasis teknologi, serta karya mahasiswa BIM University. Pameran tersebut menjadi media promosi sekaligus sarana membangun jejaring bisnis antara pelaku usaha, investor, akademisi, dan masyarakat.

Semangat inovasi semakin diperkuat melalui penyelenggaraan Hackathon Competition dan Digital Business Idea Competition. Kedua kompetisi tersebut mendorong peserta untuk menghasilkan solusi digital kreatif sekaligus mengembangkan ide bisnis inovatif yang berpotensi menjadi startup masa depan. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sebagai penutup, rangkaian kegiatan diakhiri dengan Sunset on Campus, sebuah sesi hiburan yang menghadirkan suasana santai sekaligus mempererat hubungan antara peserta, narasumber, mitra industri, mahasiswa, dan masyarakat. Momentum tersebut menjadi simbol bahwa kolaborasi tidak hanya dibangun melalui diskusi ilmiah, tetapi juga melalui interaksi yang hangat dan saling menguatkan.

Keberhasilan penyelenggaraan BIM BALI 2 Featuring Bali Future Lab menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, komunitas, dan UMKM mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui kegiatan ini, BIM University semakin memperkokoh perannya sebagai IIE Campus (Information Technology, Industry, and Entrepreneurship) yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi pusat kolaborasi, inovasi, transformasi digital, dan pengembangan kewirausahaan yang berdampak bagi masyarakat luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *