Press ESC to close

Tim UMS Dampingi Mill Bakery di Selandia Baru, dari Pelatihan hingga Foto Produk untuk Perkuat Digital Marketing

AUCKLAND, SELANDIA BARU – Komitmen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam mendukung pengembangan usaha diaspora Indonesia di Selandia Baru terus berlanjut. Tim UMS yang diwakili Hardika Dwi Hermawan, Dosen Pendidikan Teknik Informatika FKIP UMS kembali melaksanakan pendampingan secara langsung di Mill Bakery, Auckland, pada 7–8 September 2026.

Pendampingan kali ini berfokus pada penguatan aset digital melalui foto produk serta analisis dan pengembangan strategi media sosial Mill Bakery. Kegiatan dilakukan bersama salah satu staf Mill Bakery, Rafly, dengan meninjau kebutuhan konten, karakteristik produk, performa akun media sosial, hingga potensi pengembangan strategi pemasaran digital.

Berbeda dengan pendampingan yang hanya berorientasi pada pemberian materi, kegiatan kali ini dilakukan melalui praktik langsung di lingkungan usaha. Tim UMS bersama staf Mill Bakery melakukan proses pengambilan foto berbagai produk untuk menghasilkan aset visual yang dapat digunakan dalam kebutuhan promosi dan komunikasi digital.

Lebih dari 300 foto produk dan aktivitas Mill Bakery berhasil dihasilkan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Seluruh aset tersebut selanjutnya akan melalui proses kurasi dan pengolahan untuk dikembangkan menjadi berbagai materi pemasaran digital, mulai dari konten media sosial hingga materi pendukung kampanye digital menggunakan ekosistem Meta.

Hardika Dwi Hermawan menjelaskan bahwa ketersediaan aset visual yang berkualitas menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun strategi digital marketing yang berkelanjutan.

“Pendampingan kali ini kami arahkan bukan hanya pada bagaimana membuat konten, tetapi bagaimana Mill Bakery memiliki bank aset digital yang bisa digunakan secara berkelanjutan. Lebih dari 300 gambar yang dihasilkan akan dikurasi dan diolah menjadi berbagai format konten, kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung strategi pemasaran melalui Meta.”

Analisis Media Sosial Bersama Staf Mill Bakery

Selain produksi foto, pendampingan juga mencakup analisis akun media sosial Mill Bakery bersama Rafly sebagai staf yang terlibat dalam pengelolaan digital mitra.

Analisis dilakukan untuk melihat perkembangan akun, karakteristik konten, potensi audiens, serta ruang pengembangan strategi komunikasi digital. Hasil analisis tersebut menjadi bahan untuk menyusun langkah tindak lanjut agar aktivitas media sosial tidak hanya menghasilkan engagement, tetapi juga mendukung tujuan bisnis Mill Bakery.

Pendampingan juga diarahkan agar staf Mill Bakery semakin mampu mengelola aset digital secara mandiri. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan yang diberikan diharapkan dapat terus digunakan setelah program pendampingan UMS selesai.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kesinambungan program yang sebelumnya telah dilaksanakan UMS bersama Mill Bakery. Sebelumnya, Tim UMS telah memberikan pelatihan digital marketing kepada staf dan karyawan Mill Bakery, termasuk pengenalan strategi pembuatan konten, pengelolaan media sosial, serta pemanfaatan kanal digital untuk pemasaran.

Mengunjungi Mitra dan Coffee Shop di Auckland

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Tim UMS juga mengunjungi sejumlah mitra Mill Bakery di Auckland. Kunjungan dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana produk Mill Bakery digunakan dan dipasarkan pada mitra usaha di wilayah Auckland.

Pada 11 September 2026, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa coffee shop yang menggunakan produk Mill Bakery. Selain menjadi bagian dari penguatan hubungan dengan mitra, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk melakukan observasi terhadap model bisnis, penyajian produk, karakteristik tempat usaha, serta pengalaman konsumen.

Observasi tersebut menjadi referensi bagi pengembangan rencana pembukaan Mill Bakery di Indonesia, khususnya dalam melihat konsep usaha yang dapat diadaptasi dengan kondisi pasar Indonesia.

Kegiatan ini menjadi semakin relevan dengan rencana kerja sama antara UMS dan Mill Bakery New Zealand untuk mengembangkan Mill Bakery di Indonesia. Sebelumnya, kedua pihak telah melakukan sejumlah pembahasan mengenai rencana pembukaan cabang di Solo dan kemungkinan pengembangan di beberapa kota lainnya.

Perkuat Jejaring Bersama PCIM Selandia Baru

Pada tanggal yang sama, 11 September 2026, Tim UMS juga melakukan pertemuan dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Selandia Baru. Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi untuk melakukan updateperkembangan kerja sama yang telah dibangun sekaligus membahas peluang tindak lanjut kolaborasi di Selandia Baru.

Pertemuan dengan PCIM NZ juga menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring UMS dengan komunitas Muhammadiyah dan diaspora Indonesia di Selandia Baru. Jejaring tersebut diharapkan dapat menjadi ekosistem pendukung bagi berbagai program UMS, baik dalam bidang pendidikan, pengabdian masyarakat, maupun pengembangan kerja sama internasional.

Dari Content Creation Menuju Digital Marketing Berbasis Data

Rangkaian pendampingan di Auckland menunjukkan perkembangan pendekatan kerja sama UMS dan Mill Bakery. Program yang sebelumnya berfokus pada content creation dan social media management kini mulai diarahkan pada pengelolaan aset digital yang lebih sistematis dan pemanfaatan data untuk mendukung strategi pemasaran.

Lebih dari 300 foto yang dihasilkan akan menjadi digital asset library yang dapat dikembangkan menjadi berbagai konten secara berkelanjutan. Aset tersebut juga akan dipersiapkan untuk mendukung strategi promosi melalui Meta, sehingga konten organik dan kampanye berbayar dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi.

Menurut Hardika, keberlanjutan menjadi aspek penting dalam setiap pendampingan yang dilakukan.

“Kami ingin membangun sistem, bukan hanya menyelesaikan satu kegiatan. Setelah pelatihan, staf Mill Bakery perlu memiliki kemampuan untuk melanjutkan pengelolaan media sosial, sementara aset yang kami hasilkan dapat terus dikembangkan menjadi konten dan materi promosi dalam jangka panjang.”

Melalui pendampingan yang berlangsung pada 7–11 September 2026 tersebut, UMS tidak hanya memberikan penguatan pada aspek digital marketing, tetapi juga turut melakukan observasi terhadap ekosistem bisnis Mill Bakery di Auckland.

Rangkaian kegiatan ini sekaligus memperkuat hubungan antara UMS, Mill Bakery New Zealand, PCIM Selandia Baru, dan jejaring mitra usaha di Auckland, serta menjadi bagian dari proses menuju pengembangan kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Selandia Baru.

Ke depan, hasil pendampingan berupa aset digital, analisis media sosial, pengalaman lapangan, serta observasi terhadap mitra dan coffee shop di Auckland diharapkan dapat menjadi fondasi untuk mendukung ekspansi Mill Bakery di Indonesia sekaligus memperkuat model kolaborasi internasional UMS yang berorientasi pada manfaat nyata dan keberlanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *