
Edukreatif, Surakarta – Menumbuhkan cinta tanah air dan mengenalkan kekayaan budaya lokal sejak dini kini dapat dilakukan dengan cara yang lebih menyenangkan. Hal inilah yang diwujudkan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (DPM FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui kegiatan pengabdian masyarakat / Proyek Penguatan Profil Pelajar (PPO) di SDN 01 Gonilan, yang sukses digelar dalam dua gelombang pada tanggal 24 September dan 3 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan yang dirancang secara interaktif oleh mahasiswa ini berhasil memikat antusiasme para siswa. Melalui pendekatan fun learning atau permainan edukatif, para siswa terbukti lebih cepat menyerap informasi dan mencintai kebudayaan bangsa.
Rangkaian acara pengabdian ini diawali pada Kamis, 24 September 2026, dengan pembukaan seremonial yang dihadiri langsung oleh kepala sekolah, seluruh dewan guru SDN 01 Gonilan, serta perwakilan pengurus DPM FKIP UMS.
Usai pembukaan, suasana langsung semarak dengan digelarnya workshop pengenalan Budaya Nusantara yang dipandu secara interaktif oleh Ahmad Amrizal. Para siswa tampak antusias mendengarkan pemaparan materi mengenai beragam kebudayaan yang ada di Indonesia.

Sebagai bentuk evaluasi yang menyenangkan, acara ditutup dengan sesi kuis interaktif seputar materi yang baru saja disampaikan. Suasana kelas mendadak riuh saat para siswa berebut menjawab pertanyaan. Tiga siswa berhasil keluar sebagai pemenang dan membawa pulang hadiah menarik, salah satunya adalah Zaki, siswa yang tampil gemilang dalam sesi tersebut.
Antusiasme siswa kembali berlanjut pada gelombang kedua yang digelar hari Sabtu, 3 Oktober 2026. Pada hari tersebut, tim DPM FKIP UMS menghadirkan dua kegiatan utama yang dilaksanakan secara bersamaan, di mana siswa dibagi ke dalam kelompok sesuai dengan minat masing-masing.
Pilihan pertama adalah permainan edukatif ular tangga raksasa, di mana setiap kotak berisi pertanyaan seputar budaya Nusantara. Melalui metode ini, siswa diajak belajar sejarah dan tradisi daerah sambil bermain bersama teman sebaya.
Sementara itu, bagi siswa yang memiliki jiwa seni, mereka diarahkan mengikuti kegiatan melukis rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia. Sambil menggoreskan kuas dan warna di atas kanvas, para siswa secara tidak langsung mengenal bentuk, filosofi, dan keunikan arsitektur tradisional dari Sabang sampai Merauke.
Dari rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini, DPM FKIP UMS bersama pihak sekolah mencatat hasil yang sangat positif. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan, didapati bahwa anak-anak jauh lebih menyukai dan lebih mudah memahami materi kebudayaan ketika disampaikan melalui media interaktif dan berbasis fun learning.
“Melihat antusiasme dan tawa adik-adik di SDN 01 Gonilan membuat kami sangat terkesan. Awalnya kami khawatir materi kebudayaan ini akan terasa membosankan bagi mereka, namun ternyata lewat metode bermain, mereka justru sangat aktif dan cepat tanggap. Bagi kami para mahasiswa, pengabdian ini bukan sekadar menggugurkan program kerja, tapi benar-benar menjadi wadah belajar langsung tentang bagaimana menjadi fasilitator pendidikan yang kreatif,” ungkap salah satu mahasiswa pengurus DPM FKIP UMS yang turut mendampingi kegiatan tersebut.
Metode pembelajaran yang diinisiasi oleh mahasiswa ini dinilai sangat efektif untuk menghilangkan kejenuhan siswa dalam belajar, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sejak usia dini dengan cara yang kreatif dan menyenangkan.
Penulis: Ibnu Gayuh Fadilah
Leave a Reply