
Perjalanan besar sering kali dimulai dari langkah kecil.
Bagi Crustea Indonesia, semuanya berawal dari satu pertanyaan sederhana: Bagaimana teknologi dapat benar-benar membantu petambak ikan dan udang skala kecil meningkatkan produktivitas tanpa membebani biaya operasional maupun lingkungan?
Pertanyaan tersebut membawa kami untuk terus mengembangkan solusi budidaya berbasis energi bersih dan teknologi digital yang mudah digunakan, relevan dengan kebutuhan petambak, serta mampu menjawab tantangan nyata di lapangan.
Hari ini, perjalanan itu mengantarkan kami pada sebuah pencapaian yang membanggakan.
Roikhanatun Nafi’ah, Founder & CEO Crustea Indonesia, berhasil meraih Juara 1 (1st Place) pada 13th World Bank Group Youth Summit di Washington D.C., Amerika Serikat, dengan tema “FutureWorks: Designing Jobs for the Digital Age.”
Terpilih dari lebih dari 1.000 peserta yang berasal dari lebih dari 170 negara, penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi yang lahir dari kebutuhan masyarakat lokal mampu memberikan dampak hingga tingkat global.
Teknologi yang Berangkat dari Kebutuhan Petambak
Di Crustea, kami percaya bahwa teknologi tidak seharusnya menjadi sesuatu yang rumit ataupun mahal. Teknologi harus menjadi alat yang membantu petambak mengambil keputusan lebih cepat, bekerja lebih efisien, dan mengurangi risiko gagal panen.

Melalui ekosistem budidaya berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT), kami menghadirkan berbagai solusi yang saling terintegrasi, meliputi:
- Eco-Aerator bertenaga surya untuk mengurangi ketergantungan pada listrik dan bahan bakar.
- Smart Energy System, sistem manajemen energi pintar yang memungkinkan petambak memantau konsumsi listrik secara real-time, mengontrol perangkat dari jarak jauh (remote control), serta mengoperasikan peralatan budidaya secara lebih efisien tanpa harus selalu berada di lokasi tambak.
- EBII Smart Water Quality Monitoring & Control, sistem pemantauan kualitas air secara real-time yang mengukur berbagai parameter penting seperti dissolved oxygen (DO), suhu, pH, dan salinitas. Ketika kadar oksigen terlarut (DO) turun di bawah batas aman, sistem akan secara otomatis menyalakan aerator untuk meningkatkan suplai oksigen. Sebaliknya, saat kualitas air kembali optimal, aerator akan mati secara otomatis, sehingga kebutuhan oksigen tetap terjaga sekaligus menghemat penggunaan energi.
Melalui integrasi teknologi tersebut, petambak dapat memantau kondisi budidaya kapan saja dan di mana saja, mengelola aerasi secara otomatis, mengendalikan peralatan dari jarak jauh, menghemat konsumsi energi, sekaligus meningkatkan produktivitas tambak dengan risiko yang lebih rendah.
Lebih dari Sekadar Inovasi

Bagi kami, penghargaan ini bukan semata-mata tentang teknologi.
Penghargaan ini adalah tentang para petambak yang berani mencoba cara baru dalam mengelola budidaya.
Tentang keluarga yang memperoleh peluang ekonomi yang lebih baik.
Tentang komunitas yang semakin tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.
Dan tentang bagaimana menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan meningkatkan ketahanan pangan.
Dampak yang Telah Kami Bangun Bersama
Berkolaborasi dengan berbagai mitra di seluruh Indonesia, hingga saat ini Crustea telah berhasil:
✅ Mendukung lebih dari 1.000 petambak di berbagai daerah.
✅ Meningkatkan produktivitas budidaya hingga 2 kali lipat.
✅ Menekan biaya operasional hingga 80% melalui pemanfaatan energi terbarukan dan teknologi digital.
✅ Berkontribusi dalam pencegahan emisi lebih dari 23.000 ton CO₂e, mendukung transisi menuju sektor perikanan yang lebih ramah lingkungan.
Penghargaan Ini Milik Kita Semua
Pencapaian ini bukan hanya milik Crustea.
Ini adalah hasil dari kepercayaan para petambak, dukungan para mitra, kolaborasi berbagai pihak, dan dedikasi seluruh tim yang percaya bahwa inovasi harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
Kami percaya bahwa teknologi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan petambak lokal juga mampu menjadi bagian dari solusi global dalam membangun masa depan budidaya perikanan yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan inklusif.
Perjalanan ini baru saja dimulai.
Masih banyak tantangan yang menanti, namun kami yakin bahwa dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kita dapat terus menciptakan dampak yang lebih besar bagi petambak, lingkungan, dan masa depan ketahanan pangan dunia
Leave a Reply