Press ESC to close

Kesantunan Gen-Z Berbasis Model RoBERTa, Riset AI Dorong Pembelajaran Bermakna


SURAKARTA – Perkembangan komunikasi digital generasi Z menghadirkan tantangan baru dalam menjaga kualitas dan kesantunan berbahasa. Fenomena tersebut mendorong tim peneliti dalam SKIM Hiliriset-SINERGI 2026 mengembangkan kajian berbasis kecerdasan buatan untuk memprediksi derajat kesantunan komunikasi Gen-Z melalui model RoBERTa.

Penelitian ini merupakan bagian dari riset berjudul “Prediksi Derajat Kesantunan Gen-Z dalam Komunikasi Global Berbasis Model BERT, RoBERTa, dan XLNet untuk Meningkatkan Meaningful Learning Siswa SD/SMP/SMA.” Riset diketuai Prof. Dr. Harun Joko Prayitno dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Penelitian tersebut melibatkan kolaborasi akademisi dari berbagai perguruan tinggi, yakni Nani Solihati dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Chandra Anugrah Putra dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Muhammad Syahriandi Adhantoro dari Universitas Muhammadiyah Surakarta, Adi Jufriansah dari BIM University, serta Eko Purnomo dari Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Penggunaan RoBERTa (Robustly Optimized BERT Approach) menjadi salah satu pendekatan utama dalam penelitian karena model ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan pemrosesan bahasa berbasis konteks. Melalui pendekatan tersebut, tim peneliti berupaya mengidentifikasi pola-pola kebahasaan yang berkaitan dengan tingkat kesantunan komunikasi Gen-Z.

Ketua peneliti, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, mengatakan bahwa perubahan pola komunikasi generasi muda perlu diikuti dengan pendekatan teknologi yang mampu membaca karakteristik bahasa secara lebih komprehensif.

“Komunikasi generasi Z berkembang sangat cepat. Karena itu, diperlukan pendekatan yang mampu memahami bahasa bukan hanya dari kata-kata yang digunakan, tetapi juga dari konteks komunikasinya. Di sinilah kecerdasan buatan dapat memberikan kontribusi bagi penelitian bahasa dan pendidikan,” ujar Harun.

Menurutnya, kemampuan memprediksi derajat kesantunan tidak hanya penting dalam konteks komunikasi, tetapi juga memiliki relevansi dengan pendidikan. Peserta didik saat ini tumbuh dalam lingkungan yang mempertemukan komunikasi tatap muka dengan komunikasi digital.

Kondisi tersebut membuat pembelajaran perlu memberikan perhatian terhadap kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa secara tepat, santun, dan sesuai konteks. Kesantunan berbahasa juga berkaitan dengan kemampuan membangun interaksi positif, menghargai orang lain, serta mengembangkan kecakapan sosial dalam lingkungan belajar.

Melalui model RoBERTa, penelitian ini diarahkan untuk menghasilkan pemetaan mengenai karakteristik komunikasi Gen-Z berdasarkan tingkat kesantunannya. Data tersebut selanjutnya dapat menjadi salah satu dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik peserta didik generasi digital.

Riset ini juga mengintegrasikan hasil analisis kesantunan dengan konsep meaningful learning pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Pembelajaran bermakna diharapkan tidak hanya membuat peserta didik memahami materi akademik, tetapi juga mampu menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam konteks komunikasi global, kemampuan menggunakan bahasa secara santun menjadi semakin penting. Peserta didik dapat berinteraksi dengan individu dari latar budaya yang berbeda melalui berbagai platform digital. Oleh sebab itu, pemahaman terhadap kesantunan komunikasi menjadi bagian dari kompetensi yang relevan dengan perkembangan literasi digital.

Kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, dan BIM University dalam penelitian ini sekaligus menunjukkan pentingnya sinergi lintas institusi dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis teknologi.

Melalui SKIM Hiliriset-SINERGI 2026, penelitian kesantunan Gen-Z berbasis RoBERTa diharapkan tidak berhenti pada pengembangan model teknologi, tetapi dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi pembelajaran. Pemanfaatan AI untuk membaca kesantunan bahasa menjadi langkah strategis untuk membangun pembelajaran yang lebih adaptif terhadap karakter generasi Z, sekaligus tetap menempatkan nilai komunikasi santun sebagai bagian penting dari pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *