
Surakarta — Sebanyak 140 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti kegiatan pembelajaran kewirausahaan ramah lingkungan melalui Brainstorming Produk Ecopreneurship, Jumat (16/10/2026). Berkolaborasi dengan Desamind Indonesia Foundation, kegiatan ini menjadi bagian dari Proyek Pelajar Berkemajuan (PPB) yang mengintegrasikan kreativitas, jiwa kewirausahaan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan yang berlangsung di aula lantai dua sekolah tersebut menghadirkan Hardika Dwi Hermawan, S.Pd., M.Sc.(ITE), Founder sekaligus President Director Desamind Indonesia Foundation. Dalam pemaparannya, Hardika mengenalkan konsep ecopreneurship, yaitu pengembangan usaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.
Melalui materi tersebut, para siswa diajak memahami bahwa peluang bisnis dapat ditemukan dari berbagai persoalan dan potensi di lingkungan sekitar. Sebuah ide usaha perlu dikembangkan dengan memperhatikan kreativitas, kebutuhan konsumen, nilai jual produk, serta dampaknya terhadap lingkungan.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatan kokedama, seni menanam tanaman yang berasal dari tradisi hortikultura Jepang. Teknik ini memungkinkan tanaman hias ditampilkan menggunakan bola media tanam yang dibungkus dengan lumut, serabut kelapa, atau bahan lain yang sesuai, sehingga dapat menjadi alternatif dekorasi tanpa pot konvensional.
Praktik tersebut dipandu oleh Ahmad Zamzami, Co-fasil sekaligus Vice Director Public Relation Division Desamind Indonesia Foundation. Para siswa memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi proses pembuatan kokedama sekaligus mengenali potensi pengembangannya sebagai produk bernilai ekonomi.
Tidak sekadar menghasilkan tanaman hias yang menarik, kokedama juga dapat dikembangkan menjadi dekorasi ruangan, suvenir, maupun hadiah kreatif. Melalui inovasi desain, pemilihan tanaman, pengemasan, dan strategi pemasaran, produk sederhana tersebut berpeluang memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian dalam praktik ini. Siswa didorong untuk mempertimbangkan penggunaan bahan secara bertanggung jawab, pemilihan tanaman yang tepat, serta efisiensi air dan perawatan. Dengan demikian, prinsip ramah lingkungan dapat diterapkan sejak proses produksi hingga pemasaran.
Ustaz Prayoga, selaku penanggung jawab kegiatan, berharap pembelajaran berbasis praktik dapat memberikan pengalaman nyata bagi siswa dalam mengenali potensi diri dan mengembangkan kreativitas kewirausahaan.
Ia menilai kolaborasi antara SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta dan Desamind Indonesia Foundation menjadi salah satu cara untuk menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan keterampilan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Pengalaman praktik yang diajarkan Desamind dalam pembuatan kokedama dapat menjadi langkah awal atau inspirasi bagi siswa untuk mengenali potensi diri, bekerja secara kreatif, dan melihat peluang usaha dari hal-hal sederhana di sekitar mereka,” ujar Ustaz Prayoga.
Antusiasme juga datang dari para peserta. Yusuf M. Bajuber, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan, mengungkapkan bahwa praktik langsung memberinya perspektif baru mengenai hubungan antara tanaman hias, kreativitas, dan peluang bisnis.
Menurutnya, tanaman hias tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai jual. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, melainkan dapat berangkat dari ide sederhana yang dikembangkan secara kreatif.
Melalui kegiatan ini, Desamind Indonesia Foundation terus mendorong pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu melihat potensi di sekitarnya, menciptakan inovasi, dan membangun usaha yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan.
Kolaborasi pendidikan dan praktik kewirausahaan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya kreatif dan mandiri, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Leave a Reply