Press ESC to close

Gerobak Ilmu Nusantara Hadirkan Semangat Literasi di MI Muhammadiyah Gemolong


KARANGANYAR — Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI) FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Gerobak Ilmu Nusantara sebagai Upaya Meningkatkan Budaya Literasi Peserta Didik di MI Muhammadiyah Gemolong. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu–Minggu, 19–20 September 2026, di MI Muhammadiyah Gemolong, Kelurahan Krendowahono, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Program ini menyasar 67 siswa dan sembilan guru, serta melibatkan wali murid dan pihak madrasah. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman membaca yang lebih menarik sekaligus membangun kebiasaan literasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Berdasarkan kondisi awal yang menjadi latar belakang program, MI Muhammadiyah Gemolong masih menghadapi keterbatasan fasilitas literasi. Madrasah yang berdiri sejak 1978 ini belum memiliki perpustakaan khusus, sedangkan buku yang tersedia lebih banyak berupa buku pelajaran. Bacaan berupa cerita, dongeng, dan cerita bergambar masih terbatas sehingga siswa belum memiliki banyak pilihan bacaan di luar materi pembelajaran.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa mengembangkan pojok baca dan menambah koleksi buku melalui pengumpulan donasi. Pelaksanaan program mencakup observasi, evaluasi awal, sosialisasi, penataan pojok baca, hingga evaluasi akhir. Rangkaian ini dirancang agar kegiatan tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas, tetapi juga mendorong siswa untuk memanfaatkannya secara aktif.

Ketua pelaksana, Berliana Putri Kirtianingrum, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak berhenti pada pemberian buku. “Kami ingin anak-anak punya tempat membaca yang nyaman dan pilihan bacaan yang menarik, lalu didampingi lewat kegiatan yang menyenangkan. Kami juga melibatkan guru dan wali murid supaya kebiasaan membaca tumbuh di sekolah maupun di rumah,” ujarnya

Berbagai kegiatan pendukung turut dihadirkan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Siswa mengikuti kegiatan membaca bersama, permainan edukatif berbasis literasi, serta pembuatan tempat pensil dari barang bekas. Program ini juga melibatkan layanan perpustakaan keliling berupa mobil baca agar siswa dapat mengenal lebih banyak jenis bacaan. Selain itu, wali murid mendapat sosialisasi mengenai pentingnya membiasakan anak membaca di rumah.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Berliana Putri Kirtianingrum selaku ketua pelaksana dengan pendampingan Dr. Main Sufanti, M.Hum. Pelaksanaannya turut melibatkan pemerintah Desa Krendowahono dalam koordinasi dan perizinan, serta dukungan dari pihak madrasah, wali murid, dan layanan perpustakaan keliling. Bantuan perlengkapan sekolah juga disalurkan kepada siswa yang memenuhi kriteria penerima.

Kepala Desa Krendowahono, Syarif Hidayat, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. “Kami mendukung kegiatan ini karena membantu sekolah di wilayah kami menghadirkan bahan bacaan dan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Kami berharap kegiatan membaca ini terus dijaga bersama oleh madrasah, orang tua, dan masyarakat,” katanya.

Gambar 1. Siswa MI Muhammadiyah Gemolong foto Bersama pihak perpustakaan keliling


Hasil evaluasi secara kualitatif menunjukkan bahwa pojok baca mulai dimanfaatkan dan koleksi bacaan di madrasah bertambah. Siswa juga terlihat lebih antusias mengikuti aktivitas membaca. Di sisi lain, sosialisasi kepada wali murid membantu meningkatkan pemahaman tentang peran keluarga dalam menumbuhkan kebiasaan membaca anak. Guru turut melihat peluang untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian dari rutinitas madrasah.

Keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini. Pihak madrasah diharapkan melanjutkan pengelolaan pojok baca dan membiasakan kegiatan membaca secara rutin dengan pendampingan guru. Dengan begitu, fasilitas yang telah tersedia dapat terus dimanfaatkan oleh siswa setelah program pengabdian selesai.

Gambar 2. Pojok baca baru di MI Muhammadiyah Gemolong yang dilengkapi rak dan buku bacaan anak hasil donasi

Melalui Gerobak Ilmu Nusantara, HMP PBSI FKIP UMS berupaya menunjukkan bahwa budaya literasi tidak tumbuh hanya dengan menyediakan buku. Kebiasaan membaca membutuhkan bacaan yang sesuai, lingkungan yang mendukung, pendampingan guru, serta keterlibatan orang tua agar dapat berkembang secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *