Press ESC to close

Merawat Rasa Jawa : Langkah Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMS Dekatkan Kembali Generasi Muda dengan Budaya Jawa

Edukreatif.id, Surakarta, Desember 2025 – Dewasa ini, generasi muda lebih mengenal budaya Luar Negeri seperti Korea Selatan dan Amerika dibanding budaya asli Nusantara, terutama budaya Jawa. Arus globalisasi memudarkan kesadaran generasi muda untuk melestarikan kebudayaan Jawa. Fakta tersebut menjadi alasan dibalik inisiatif Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) untuk menghadirkan kampanye bertajuk “Merawat Rasa Jawa”, sebuah gerakan kampanye budaya yang bertujuan menghangatkan kembali kedekatan anak muda dengan budaya Jawa melalui cara yang alami, santai, dan menyenangkan.

Kampanye ini lahir dari keprihatinan sederhana: bahasa krama, unggah-ungguh, serta pengetahuan sejarah Jawa makin jarang ditemui dalam interaksi sehari-hari mahasiswa. Alih-alih menggurui, kampanye ini menawarkan pendekatan yang lebih ramah dengan mengajak, bukan memaksa; membangun rasa, bukan memberi beban.

Tim kampanye menjelaskan bahwa “Merawat Rasa Jawa” ingin menghadirkan budaya sebagai sesuatu yang wajar dalam keseharian, mulai dari sapaan kecil hingga partisipasi dalam kegiatan budaya. Melalui agenda seperti Rabu Berbatik & Berbahasa Krama yang diikuti Civitas Akademika Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informatika (FKI), Workshop bahasa Jawa bersama komunitas Si Ojan, hingga Walking tour destinasi budaya ‘Satu Langkah Menjawa’ bersama komunitas Berjalan Bercerita, gerakan ini mencoba membangun pengalaman budaya yang hidup, bukan sekadar pengetahuan teoretis.

Strategi Tim kampanye Merawat Rasa Jawa mendorong terbitnya himbauan resmi secara tulisan maupun lisan dari Kaprodi Ilmu Komunikasi UMS Bapak Sidiq Setiawan, untuk mengajak menggunakan batik dan Bahasa krama setiap hari Rabu pukul 09.00-12.00 WIB. Salah satunya yang disampaikan melalui video pendek pada akun IG @merawatrasajawa. Dalam seruannya, ia menyampaikan:

Sidiq setyawan,S.I.Kom., M.I.Kom. mengajak mahasiswa dan dosen untuk menggunakan batik dan berbahasa jawa setiap hari rabu “Saya mengajak seluruh civitas akademika Ilmu Komunikasi UMS mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk mensukseskan gerakan Rabu Berbatik dan Berbahasa Jawa. Ayo kita nyengkuyung bersama agar budaya Jawa, terutama penggunaan bahasa Jawa sehari-hari, bisa menjadi bahasa yang keren dan asik untuk kita gunakan dalam berkomunikasi.”

Kampanye ini mendapatkan beragam respon positif, terutama dari para mahasiswa yang merasa menemukan cara baru untuk memahami budaya Jawa tanpa tekanan. Melalui media sosial dan dukungan berbagai media partner, pesan kampanye disampaikan dengan gaya yang akrab dengan keseharian anak muda.

Pada akhirnya, “Merawat Rasa Jawa” tidak hanya menjadi kampanye, tetapi sebuah ruang refleksi: bahwa mencintai budaya bisa dimulai dari hal kecil seperti sebuah sapaan krama, sehelai batik yang dikenakan di hari Rabu, atau langkah kaki menelusuri lorong-lorong Surakarta yang menyimpan cerita panjang tentang Jawa.

Di balik Kampanye Merawat Rasa Jawa tertanam sebuah harapan, agar budaya dan bahasa jawa tidak tergerus arus globalisasi, tetapi bisa berdiri kokoh bahkan dikenal masyarakat secara lebih luas. Generasi muda adalah tombak yang mampu mengukuhkan harapan ini. Selain itu, Tim Kampanye berharap kegiatan rabu berbatik dan berbahasa krama inggil tidak berhenti setelah masa kampanye berakhir, namun tetap berlanjut bahkan dilaksanakan oleh program studi lain di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *