Press ESC to close

Sentral Dialektika SGA BIM University Bangun Ruang Belajar yang Melampaui Batas Kelas

Edukreatif.id – DENPASAR – Sebanyak kurang lebih 65 mahasiswa mengikuti kegiatan Sentral Dialektika yang diselenggarakan oleh Kementerian Kajian dan Analisis Isu Student Government Association (SGA) BIM University pada Kamis, 21 Mei 2026 di Auditorium BIM University. Mengusung tema “RESONANSI: Menggali Makna, Menata Arah, Membangun Logika”, kegiatan ini menghadirkan ruang diskusi bagi mahasiswa untuk merefleksikan perjalanan akademik, mempersiapkan diri menghadapi masa depan, serta membangun pola pikir yang lebih kritis.

Melalui forum diskusi yang berlangsung secara interaktif, mahasiswa diajak untuk tidak hanya menerima informasi, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pertukaran gagasan dan perspektif. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan mahasiswa, mulai dari makna menjadi seorang mahasiswa hingga tantangan nyata yang akan dihadapi setelah menyelesaikan pendidikan.

Materi pertama disampaikan oleh Wakil Presiden Mahasiswa BIM University, Fachril Afnizar (Aril), melalui tema “Menemukan Makna Menjadi Mahasiswa: Membangun Arah dan Tujuan dalam Perjalanan Akademik.” Dalam sesi tersebut, beliau mengajak peserta untuk memahami bahwa status mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan proses belajar di ruang perkuliahan, melainkan juga tentang tanggung jawab untuk berpikir, menganalisis, dan memberikan kontribusi terhadap lingkungan sosial.

Aril juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami kembali perannya sebagai agen perubahan, penjaga nilai sosial, serta individu yang memiliki tanggung jawab intelektual terhadap masyarakat.

Diskusi kemudian berlanjut bersama Muhammad Zakiyyul Fuad Rasyid, S.E., M.B.A. yang membawakan materi “Beyond Degree: Mempersiapkan Diri Menghadapi Realitas Pascaperkuliahan.” Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa dunia kerja saat ini mengalami perubahan yang sangat dinamis sehingga kemampuan akademik saja tidak lagi cukup untuk menghadapi persaingan.

Beliau mengingatkan mahasiswa untuk mulai membangun kapasitas diri sejak dini melalui pengalaman, keterampilan, dan pengembangan karakter.

Pada sesi terakhir, I Gede Andika Wira Teja, S.E., M.Sc., M.A., dosen ekonomi sekaligus peneliti BIM University, mengajak peserta memahami penelitian dari perspektif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari melalui materi “Fundamental Penelitian.”

Dalam pembahasannya, beliau menekankan bahwa penelitian bukan sekadar aktivitas akademik untuk memenuhi tugas, tetapi merupakan proses membangun kebiasaan berpikir secara sistematis dan berbasis data.

“Peneliti sejati bukanlah orang yang paling pintar, melainkan orang yang tidak bisa berhenti bertanya.”

Ketua Student Government Association (SGA) BIM University, Putu Suartini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Sentral Dialektika hadir sebagai ruang yang mempertemukan individu-individu yang memiliki keinginan untuk belajar dan bertumbuh bersama.

“Dengan prinsip setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru maka Sentral Dialektika lahir untuk mempertemukan setiap orang yang ingin belajar dan bertukar pikiran. Di ruangan ini teman-teman mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar dan penerima materi tetapi juga sebagai guru yang memberikan perspektif baru bagi narasumber dan mahasiswa lainnya.”

Melalui Sentral Dialektika, mahasiswa BIM University diharapkan mampu membangun kesadaran intelektual yang lebih kuat, memperluas cara pandang, serta menumbuhkan budaya diskusi yang dapat menjadi sarana pengembangan diri di lingkungan kampus maupun dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *