
Kartasura, Agustus 2026 – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 di SMA Negeri 1 Kartasura sebagai bagian dari implementasi pembelajaran di sekolah. Selama menjalankan program tersebut, mahasiswa menerapkan pembelajaran abad ke-21 yang berorientasi pada pengembangan keterampilan 4C (Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration) melalui pendekatan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
Program PLP 2 dilaksanakan mulai 13 Juli hingga 8 Agustus 2026. Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa memperoleh kesempatan mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di berbagai kelas dengan beban mengajar sekitar 3–5 jam pelajaran setiap minggu. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian sekaligus mengimplementasikan teori yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran, mahasiswa merancang kegiatan belajar yang memadukan penguasaan materi Bahasa Indonesia, strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta pemanfaatan teknologi digital. Berbagai media pembelajaran seperti presentasi interaktif, video pembelajaran, kuis digital, dan platform pembelajaran dimanfaatkan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan bermakna.
Penerapan pendekatan TPACK diwujudkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk aktif menemukan pengetahuan. Peserta didik diajak mengamati fenomena melalui media audiovisual, berdiskusi dalam kelompok, menganalisis informasi berdasarkan fakta, memecahkan permasalahan, hingga mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik tidak hanya memahami materi Bahasa Indonesia, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis informasi, kreativitas dalam menyampaikan gagasan, kemampuan berkomunikasi secara efektif, serta keterampilan bekerja sama dalam kelompok.
Selama pelaksanaan PLP 2, antusiasme peserta didik terlihat meningkat ketika mengikuti pembelajaran yang memanfaatkan teknologi. Diskusi berlangsung lebih aktif, peserta didik lebih berani mengemukakan pendapat, serta mampu bekerja sama dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis TPACK mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada peserta didik.
Kegiatan PLP 2 ini juga memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai calon guru profesional. Melalui proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengajar sekaligus beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Selain itu, bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran selama program berlangsung.
Melalui implementasi pembelajaran abad ke-21 berbasis TPACK di SMA Negeri 1 Kartasura, mahasiswa PLP 2 FKIP UMS diharapkan mampu menjadi pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan masa kini. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa sebagai calon guru, tetapi juga mendukung terciptanya proses pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Leave a Reply