Press ESC to close

BIM University Jajaki Kerja Sama Internship ke Selandia Baru dengan Working In New Zaeland


BALI, 28 Oktober 2026 — Universitas Bali Internasional Muhammadiyah (BIM University) menjajaki peluang kerja sama internasional dengan Working In, perusahaan rekrutmen yang berbasis di Selandia Baru, untuk membuka kesempatan program magang (internship) bagi mahasiswa di luar negeri. Penjajakan ini menjadi langkah strategis BIM University dalam memperluas pengalaman profesional mahasiswa sekaligus mempersiapkan lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja internasional.

Dalam kunjungan pada Rabu sore tersebut, perwakilan Working In memperkenalkan program Internship Working In – New Zealand yang menawarkan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja langsung di sektor perhotelan (hospitality), kuliner (culinary), dan pertanian (agriculture). Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal budaya kerja internasional, mengembangkan keterampilan profesional, serta memahami standar industri di Selandia Baru.

Salah satu peluang yang diperkenalkan dalam pertemuan tersebut adalah penempatan mahasiswa di perusahaan Bostock, dengan bidang pekerjaan yang berkaitan dengan pengelolaan perkebunan dan produksi pertanian. Peserta berkesempatan terlibat dalam kegiatan pemanenan (harvesting), pengendalian hama dan pemantauan tanaman (pest control and crop monitoring), pengendalian kualitas produk untuk ekspor (quality control for export), pembelajaran teknologi perkebunan, hingga pemahaman proses ekspor.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja praktis, tetapi juga berkesempatan memahami rantai produksi dan distribusi produk pertanian dalam lingkungan industri internasional. Pengalaman ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa, meningkatkan kemandirian, serta memperkuat kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Mahasiswa Berpeluang Mengikuti Magang Selama Enam Bulan

Dalam pemaparan program, Working In menjelaskan bahwa kegiatan internship dirancang untuk memberikan pengalaman kerja dengan durasi yang memungkinkan peserta beradaptasi dengan lingkungan profesional dan mengembangkan keterampilan sesuai bidang penempatan. Untuk program yang dipresentasikan, perkiraan pendapatan peserta setelah enam bulan magang dapat mencapai NZD 11.028 atau sekitar Rp112,5 juta setelah memperhitungkan biaya hidup, berdasarkan estimasi yang disampaikan oleh penyelenggara.

Adapun biaya awal program (upfront cost) diperkirakan sebesar NZD 8.950 atau sekitar Rp91,3 juta. Biaya tersebut menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipertimbangkan bersama oleh pihak universitas, mahasiswa, dan penyelenggara sebelum program direalisasikan. Seluruh proses dan dokumen program, menurut pemaparan Working In, akan ditangani oleh pihak penyelenggara.

Informasi mengenai biaya, pendapatan, serta mekanisme penempatan tersebut selanjutnya perlu diperjelas dalam pembahasan teknis kerja sama, termasuk rincian komponen biaya, ketentuan pembayaran, hak dan kewajiban peserta, serta kepastian penempatan kerja.

Terbuka bagi Mahasiswa yang Memenuhi Persyaratan Akademik

Program internship ini dirancang bagi mahasiswa yang memiliki kesempatan magang dalam kurikulum program studinya. Dalam penjajakan awal, mahasiswa semester empat dan enam pada Program Studi Teknologi Pangan menjadi salah satu kelompok yang berpotensi mengikuti program tersebut.

Dari sisi kemampuan bahasa, peserta tidak diwajibkan fasih berbahasa Inggris, tetapi harus mampu memahami arahan dan instruksi mentor selama menjalankan pekerjaan. Proses seleksi juga mempertimbangkan aspek sikap, antusiasme, dan rasa ingin tahu yang ditunjukkan melalui video curriculum vitae (CV).

Program ini direncanakan memiliki dua periode keberangkatan, yakni Januari–Februari dan September–Oktober. Mahasiswa disarankan mendaftar sekurang-kurangnya tiga bulan sebelum pelaksanaan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pengurusan dokumen dan persiapan keberangkatan.

Peserta akan menjalani kegiatan kerja dengan durasi minimum 30 jam per minggu. Adapun jam kerja maksimum akan mengikuti kebutuhan perusahaan dan kesepakatan dengan peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk penempatan di perusahaan Bostock, Working In juga menyampaikan gambaran kebutuhan awal sebanyak delapan peserta laki-laki dan dua peserta perempuan. Komposisi tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut dalam pembahasan teknis penempatan dan persyaratan program.

Memperluas Pengalaman Global Mahasiswa

Penjajakan kerja sama dengan Working In merupakan salah satu peluang bagi BIM University untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman pembelajaran berbasis praktik di lingkungan internasional. Program magang di luar negeri dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan industri, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi lintas budaya, kedisiplinan, tanggung jawab, dan adaptasi terhadap lingkungan kerja yang berbeda.

Melalui penjajakan ini, BIM University berpeluang memperkuat jejaring internasional sekaligus mengembangkan program pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global. Realisasi kerja sama selanjutnya akan memerlukan pembahasan mengenai kesesuaian program dengan kurikulum, mekanisme konversi kegiatan magang, perlindungan peserta, legalitas penempatan, serta transparansi biaya dan pendapatan.

Dengan persiapan yang matang dan kesepakatan yang jelas antara para pihak, program internship ke Selandia Baru diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pengembangan kompetensi mahasiswa BIM University melalui pengalaman kerja internasional yang terarah dan sesuai dengan bidang keilmuan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *