Press ESC to close

Wujudkan Pengusaha Muda Beretika, SMK Muhammadiyah 4 Sragen Gelar Mentoring Bisnis Syariah

Edukreatif.id, SRAGEN – Dalam upaya mencetak generasi pengusaha yang tidak hanya kompeten secara teknis tetapi juga memiliki landasan spiritual yang kokoh, tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat bertajuk “Pendampingan Literasi Al-Qur’an dan Bisnis Syariah”. Kegiatan ini menyasar para siswa kelas XI dan XII jurusan akuntansi di SMK Muhammadiyah 4 Sragen sebagai langkah nyata menghadapi peran vital literasi keuangan syariah di Indonesia. 

Latar belakang pelaksanaan kegiatan ini didasarkan pada data survei OJK tahun 2024 yang menunjukkan bahwa inklusi keuangan syariah di kalangan anak muda baru mencapai angka 7,03%. Di SMK Muhammadiyah 4 Sragen sendiri, ditemukan fenomena di mana program literasi Al-Qur’an masih sebatas hafalan tanpa aplikasi praktis dalam dunia kerja, serta kurikulum bisnis Islam yang belum terintegrasi secara mendalam.

Triyono Adi Saputro selaku ketua tim pengabdian, menjelaskan bahwa mentoring ini bertujuan untuk menjembatani dikotomi antara aspek spiritual dan ekonomi. “Kami ingin memastikan calon wirausaha muda ini siap mengimplementasikan prinsip Islam seperti menjauhi riba dan menerapkan zakat dalam bisnis mereka kelak,” ungkapnya dalam laporan kegiatan tersebut.

Program ini dilaksanakan secara bertahap, yakni pada Oktober 2025 hingga Mei 2026, bertempat di aula SMK Muhammadiyah 4 Sragen. Tim pengabdi yang terdiri dari pakar literasi Al-Qur’an dan praktisi bisnis syariah menggunakan tiga metode utama yaitu observasi lapangan yang dilakukan pada 24 September 2025 untuk memetakan tantangan siswa dalam memahami etika bisnis syariah. Metode Ceramah dengan Penyampaian materi inti mengenai konsep maqasid syariah oleh Chaerus Sholeh, S.E. dari KSPPS BMT Hira Kabupaten Sragen, halal-haram dalam transaksi oleh Dr. Triyono Adi Saputro, S.H., serta urgensi Al-Qur’an sebagai pilar etika bisnis oleh Agus Riyanto, S.E. dari Dinas Perindustrian Perdangan Kabupaten Sragen. Terakhir, Diskusi dan Simulasi Kasus: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk memecahkan studi kasus fiktif, seperti pembiayaan non-riba dan praktik pemasaran etis.

Partisipasi aktif terlihat dari kehadiran sekitar 50 siswa dan 5 guru pendamping yang mengikuti seluruh rangkaian sesi awal hingga akhir.   Hasil dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan yang menggembirakan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman peserta sebesar 30% mengenai konsep bisnis syariah.

Selain itu, sebanyak 60% peserta menyatakan kesadaran baru untuk mengintegrasikan nilai kejujuran (amanah) dan keadilan (‘adl) ke dalam rencana bisnis mereka. Menariknya, para siswa tidak hanya berhenti pada pemahaman teori. Beberapa kelompok berhasil mencetuskan ide bisnis inovatif, seperti platform crowdfunding berbasis mudharabah dan pengembangan produk makanan halal dengan rantai pasok yang transparan.

Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan PKM

Program ini diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem kewirausahaan di Sragen. Dengan terbentuknya komunitas belajar atau klub kewirausahaan syariah di sekolah, para lulusan diprediksi mampu mengurangi angka pengangguran di tingkat SMK melalui pendirian startup Islami. Melalui integrasi nilai-nilai Al-Qur’an (seperti QS. Al-Jumu’ah: 10), kegiatan PKM ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 mengenai pendidikan berkualitas, poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi, serta poin 9 terkait inovasi industri. Ke depan, model pendampingan holistik ini dapat menjadi percontohan bagi sekolah vokasi berbasis Islam lainnya di seluruh Indonesia.

Penulis: Triyono Adi Saputro
Editor: Awalia Rina Rahmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *